Puasa Tanpa Sahur, Aman atau Berbahaya? Ini Dampaknya. (alodokter.com) JAKARTA, Cuitan.id – Banyak orang menganggap puasa tanpa sahur sebagai hal sepele. Padahal, kebiasaan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan berulang.
Sahur berperan penting dalam menjaga energi, kestabilan gula darah, dan keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa. Tanpa asupan makanan dan minuman sebelum fajar, tubuh langsung memulai aktivitas dengan cadangan energi yang minim.
Sebagian orang memang tetap mampu berpuasa tanpa sahur. Namun, risiko gangguan kesehatan bisa muncul secara bertahap, terutama jika kebiasaan ini sering terjadi.
Berikut beberapa risiko puasa tanpa sahur bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai:
Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat menyebabkan tubuh kekurangan cadangan energi sejak pagi hari. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi, terutama saat aktivitas sedang padat pada pagi hingga siang hari.
Tidak makan dan minum saat sahur membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan, terutama jika Anda berpuasa di cuaca panas atau beraktivitas fisik cukup berat. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, dehidrasi, mulut kering, pusing, atau bahkan sulit berkonsentrasi.
Tanpa asupan makanan saat sahur, kadar gula darah dalam tubuh bisa menurun lebih cepat selama puasa. Akibatnya, Anda bisa merasa gemetar, pusing, lemas, bahkan mual, terutama jika aktivitas fisik tetap tinggi sepanjang hari.
Makan dan minum saat sahur bertujuan untuk menjaga konsentrasi saat Anda bekerja atau beraktivitas. Sebaliknya, melewatkan sahur dapat membuat Anda sulit berpikir jernih dan menurunkan produktivitas.
Tanpa asupan nutrisi di pagi hari, fungsi otak dan daya konsentrasi bisa terganggu sehingga kinerja saat bekerja atau belajar menjadi kurang optimal.
Puasa tanpa sahur dapat membuat perut kosong lebih lama sehingga memicu peningkatan asam lambung. Kondisi ini berisiko memperparah gejala maag, seperti nyeri ulu hati, perut kembung, dan rasa tidak nyaman di bagian perut selama berpuasa.
Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat menyebabkan tubuh kekurangan asupan nutrisi penting. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga Anda lebih mudah terserang penyakit.
Secara umum, puasa tanpa sahur tetap bisa dijalani sesekali oleh orang yang sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu, meski tubuh akan terasa lebih lemas, mudah lapar, dan kurang bertenaga.
Namun, bila kebiasaan ini dilakukan berulang kali, risikonya terhadap kesehatan akan meningkat, seperti dehidrasi, kelelahan, sulit konsentrasi, hingga masalah pada lambung.
Hal ini menjadi lebih berbahaya bagi kelompok rentan, misalnya anak-anak, lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, maag berat, atau tekanan darah rendah.
Jika Anda tetap menjalani puasa tanpa sahur dan muncul gejala seperti pusing hebat, lemas hingga sulit beraktivitas, jantung berdebar, atau muntah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa.
Langkah ini penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Setelah itu, konsultasikan ke dokter agar penyebab keluhan dapat diketahui dan kesehatan tetap terjaga.
Agar puasa tetap aman meski sesekali terlewat sahur, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
Sahur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan stamina selama puasa. Pasalnya, puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan karena kebutuhan nutrisi dan cairan harian tidak terpenuhi secara optimal.
Melewatkan sahur bukan kebiasaan yang aman, terutama jika dilakukan berulang kali. Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat meningkatkan risiko lemas, dehidrasi, gangguan konsentrasi, hingga memperburuk kondisi medis tertentu. Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi dan kondisi tubuh selama berpuasa. ***
Tidak ada komentar