Manfaat Vitamin D untuk Tubuh: Dosis, Sumber, dan Tips Sehat. (ciputrahospital.com) JAKARTA, Cuitan.id – Mengonsumsi vitamin D secara rutin memiliki banyak manfaat bagi tubuh, termasuk menjaga tulang, otot, jantung, dan sistem imun. Berikut penjelasan lengkap tentang manfaat, dosis, dan sumber vitamin D yang bisa Anda konsumsi.
Vitamin D adalah vitamin yang bisa diproduksi oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar matahari. Hati dan ginjal kemudian mengubahnya menjadi bentuk aktif yang membantu penyerapan kalsium dalam tubuh. Selain sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh melalui makanan atau suplemen.
Vitamin D adalah salah satu vitamin penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Sebab, manfaat dari vitamin D ini banyak. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang diperolah ketika Anda mengonsumsi vitamin D:
Vitamin D memiliki peran penting bagi kesehatan dan kekuatan tulang. Selain itu, vitamin D juga berperan penting bagi pertumbuhan tulang pada anak, dan mencegah tulang rapuh atau osteoporosis pada orang lanjut usia. Vitamin D akan merangsang usus untuk menyerap kalsium. Sebaliknya, kekurangan vitamin D akan mengganggu penyerapan kalsium oleh usus.
Penelitian di Amerika pada tahun 2018 menemukan bahwa, vitamin D dapat memberikan perlindungan terhadap virus penyebab flu. Ini berarti bahwa memiliki kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh dapat membantu melindungi Anda dari penyakit flu.
Beberapa ahli meyakini bahwa vitamin D dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 1 dan tipe 2. Penelitian terkait telah menunjukkan bahwa kecukupan vitamin D dapat berperan dalam menjaga keseimbangan gula darah dan fungsi pankreas.
Ilmuwan mengatakan, bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membantu seseorang dalam menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena vitamin D di duga dapat mengurangi nafsu makan seseorang, hal inilah yang mendorong menurunnya berat badan.
Menurut ahli, peran vitamin D untuk mengurangi risiko seseorang terkena kanker tertentu. Kanker yang dapat di cegah dengan mengonsumsi vitamin D adalah kanker payudara pada wanita, kanker prostat pada pria dan kanker hati. Selain itu, bagi orang yang sudah terdeteksi menderita kanker, mengonsumsi vitamin D akan menurunkan risiko kematian.
Bagi seseorang yang mengalami depresi, mengonsumsi vitamin D akan membantu mengembalikan suasana hati menjadi lebih tenang. Penelitian lain juga memperkuat, bahwa seseorang yang kekurangan vitamin D memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi.
Sebuah studi yang dikutip oleh Medical News Today menyebutkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi vitamin D secara seimbang memiliki peluang yang lebih rendah untuk mengalami kelahiran prematur. Ini menunjukkan bahwa vitamin D dapat memainkan peran dalam menjaga kesehatan janin dan membantu mencegah komplikasi seperti kelahiran prematur.
Vitamin D memainkan peran kunci dalam menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ini membantu tubuh memerangi infeksi dan penyakit dengan merangsang produksi sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel T dan sel B.
Manfaat vitamin D memiliki peran dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan otak. Ini dapat memengaruhi mood dan kognisi, dan beberapa penelitian telah menunjukkan kaitan antara tingkat vitamin D yang cukup dan penurunan risiko gangguan kognitif.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin D dapat memiliki dampak positif pada kesehatan jantung dan paru-paru. Kekurangan vitamin D dapat berkontribusi pada risiko penyakit jantung dan gangguan pernapasan.
Berikut adalah jenis-jenis makanan yang mengandung vitamin D:
Selain dapat ditemukan pada produk hewani, vitamin D juga ditemukan dalam buah. Salah satu buah yang tinggi vitamin D adalah buah jeruk. Buah jeruk memiliki kandungan vitamin D dan nutrisi lain yang tinggi. Rutin mengonsumsi buah jeruk, maka Anda akan mendapatkan banyak manfaat bagi kesehatan.
Institut Kesehatan Nasional (NIH) merekomendasikan tingkat harian berikut untuk vitamin D:
Namun, jumlah yang tepat dari vitamin D yang Anda butuhkan dari diet atau suplemen tergantung pada banyak faktor, seperti umur, kondisi kesehatan, hingga jenis kelamin.
Kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh akan berdampak buruk pada kesehatan, terutama tulang. Berikut ini adalah beberapa hal yang terjadi akibat kekurangan vitamin D:
Keracunan karena kelebihan vitamin D jarang terjadi ketika Anda tidak pernah mengonsumsi suplemen. Sebab, keracunan vitamin D umumnya terjadi pada orang-orang yang mengonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan. Berikut ini adalah hal-hal yang akan terjadi apabila mengonsumsi vitamin D berlebihan:
Meningkatkan asupan vitamin D dalam tubuh sebenarnya tidak sulit. Anda cukup berjemur di sinar matahari pada jam-jam ketika sinar matahari memberi manfaat. Sinar matahari yang baik bagi menurut ahli yaitu sebelum pukul 10:00 pagi.
Sedangkan untuk berapa lamanya, ahli menganjurkan untuk berjemur sekitar 15 menit saja setiap paginya. Lalu, pastikan Anda melakukannya kurang lebih dua hingga tiga kali dalam satu minggu. Jika Anda rutin melakukannya, maka asupan vitamin dalam tubuh akan terpenuhi dengan seimbang.
Jadi, selain mengonsumsi makanan, Anda juga bisa memenuhi asupan vitamin D dengan berjemur setiap harinya. Apalagi di masa pandemi pasti penting berjemur untuk meningkatkan imunitas tubuh. Yuk, biasakan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, hindari stres, dan istirahat yang cukup. Semoga informasi ini bermanfaat. ***
Tidak ada komentar