Kolase – BBM Jadi Kunci Maraknya PETI di TNKS, Aktivis Minta Kapolda Jambi Bertindak. JAKARTA, Cuitan.id – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Kerinci dan Merangin, diduga masih terus berlangsung. Salah satu faktor utama yang disebut menopang aktivitas tersebut adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi operasional alat berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, sejumlah alat berat dilaporkan masih beroperasi di kawasan konservasi negara. Operasional alat berat tersebut membutuhkan pasokan BBM dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga memunculkan dugaan adanya jalur distribusi BBM yang masuk ke kawasan TNKS.
Aktivis Kerinci, Ega Roy, menyampaikan bahwa persoalan distribusi BBM perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena dinilai berperan penting dalam keberlangsungan aktivitas PETI di kawasan tersebut.
“Tanpa suplai BBM, alat berat tidak akan bisa beroperasi. Artinya, aktivitas PETI tidak mungkin berjalan jika tidak ada pasokan bahan bakar,” ujar Ega Roy, Minggu (08/02/2026).
Ia menilai, penanganan PETI tidak akan efektif jika hanya menyasar pekerja lapangan atau penyitaan alat berat, tanpa menelusuri sumber dan jalur distribusi BBM yang digunakan.
“Jika suplai BBM dapat dihentikan dan jalurnya ditelusuri secara serius, maka aktivitas PETI berpotensi berhenti dengan sendirinya,” tambahnya.
Ega Roy mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut sebagai laporan kepada Kapolda Jambi, dengan harapan aparat kepolisian bersama Balai Besar TNKS dan instansi terkait dapat melakukan penelusuran menyeluruh terhadap asal-usul BBM, jalur distribusi, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam pengirimannya ke kawasan konservasi.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di kawasan TNKS dilaporkan masih terjadi. Publik kini menantikan langkah konkret aparat penegak hukum dalam upaya melindungi kawasan TNKS dari ancaman kerusakan lingkungan. ***
Tidak ada komentar