Pemkab Jamin Biaya Perawatan Siswa Diduga Keracunan, Polisi Telusuri SPPG

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 00:01 40 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idPuluhan siswa di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu soto dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengalami berbagai keluhan kesehatan seperti mual, muntah, sakit perut, diare, sakit kepala, hingga sesak napas setelah menyantap makanan yang disediakan di sekolah.

Puluhan siswa tersebut langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Ahmad Ripin Sengeti sejak siang hingga sore hari. Hingga malam, jumlah siswa yang menjalani perawatan intensif dilaporkan mencapai lebih dari 80 orang.

Salah satu orang tua siswa mengungkapkan bahwa anaknya mulai mengeluh sakit perut dan muntah setelah pulang sekolah. Awalnya, ia tidak menduga penyebabnya berasal dari makanan di sekolah.

“Setelah kami tanya, ternyata anak hanya makan soto yang dibagikan guru di sekolah. Orang tua lain juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Orang tua siswa lainnya menyebut kondisi anaknya sempat memburuk.
“Awalnya masih normal. Tapi setelah sampai rumah, anak muntah-muntah, badannya gemetar, bahkan bibirnya sempat membiru,” katanya.

Kasus serupa juga dialami murid SD Negeri 205 Kelurahan Sengeti. Seorang orang tua bernama Ratih mengatakan anaknya mengalami muntah dan diare setelah menyantap menu soto dari program MBG.

“Di sekolah makan soto dari MBG. Beberapa saat setelah itu baru muncul gejala,” jelasnya.

Informasi sementara menyebutkan, para siswa berasal dari sekolah-sekolah yang menerima distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Sengeti. Menu soto tersebut disediakan oleh SPPG Yayasan Aziz Rukiyah Amanah.

Mengetahui kejadian ini, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi para siswa. Ia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi serta sejumlah kepala OPD.

BBS memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas utama. Seluruh korban akan mendapatkan pengobatan secara gratis,” tegas BBS.

Sementara itu, terkait penindakan terhadap penyedia makanan, pemerintah daerah menyatakan akan menyusun mekanisme lanjutan setelah proses penanganan kesehatan selesai.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga bergerak cepat melakukan penyelidikan. Kapolres Muaro Jambi AKBP Heri Supriawan melalui Kasat Reskrim Kompol Hanafi Dita Utama mengatakan pihaknya telah mengamankan sampel makanan untuk diuji lebih lanjut.

“Kami sudah meminta keterangan dari pihak sekolah dan SPPG. Sampel makanan yang masih tersisa telah kami amankan,” ujarnya.

Polisi akan berkoordinasi dengan BPOM dan instansi terkait untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap Undang-Undang Kesehatan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan tenaga medis agar proses pemulihan siswa berjalan optimal. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA