Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026: Fenomena Ring of Fire & Maknanya

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Jan 2026 05:00 16 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Fenomena langit langka kembali akan menghiasi kalender astronomi dunia pada 17 Februari 2026, ketika gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse terjadi. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan “ring of fire”, karena cahaya Matahari tampak membentuk cincin terang di sekeliling Bulan.

🌞 Jadwal Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026

Berdasarkan laporan astronomi internasional, gerhana akan mulai terjadi pada pukul 09.56 GMT dan mencapai fase puncak pada 12.12 GMT.
Pada saat maksimum, sekitar 96 persen permukaan Matahari akan tertutup oleh Bulan.

Namun, jalur utama gerhana cincin hanya melintasi wilayah yang sangat terbatas, terutama Antartika, termasuk area Concordia Research Station dan Mirny Station.

Sementara itu, sebagian wilayah Afrika bagian selatan dan ujung Amerika Selatan hanya akan melihat gerhana matahari sebagian.
Untuk wilayah lain seperti Indonesia, fenomena ini tidak dapat disaksikan langsung, tetapi dapat diikuti melalui siaran daring lembaga astronomi internasional.

Mengapa Terjadi Gerhana Matahari Cincin?

Gerhana matahari terjadi saat bulan berada di antara Bumi dan Matahari pada fase bulan baru.
Pada gerhana cincin, jarak Bulan dari Bumi berada pada posisi lebih jauh sehingga ukuran Bulan tampak lebih kecil dibanding Matahari.

Akibatnya, Matahari tidak tertutup sempurna dan menyisakan lingkaran cahaya di tepinya yang disebut sebagai ring of fire atau cincin api.

Pandangan Islam tentang Gerhana

Dalam Islam, gerhana bukanlah pertanda musibah atau peristiwa mistis. Rasulullah SAW menegaskan bahwa gerhana merupakan tanda kebesaran Allah SWT, bukan karena kelahiran atau wafatnya seseorang.

Saat gerhana terjadi, umat Islam dianjurkan untuk:

  1. Melaksanakan shalat gerhana (kusuf/khusuf) secara berjamaah.

  2. Memperbanyak doa, zikir, dan istighfar.

  3. Bersedekah dan meningkatkan kepedulian sosial.

  4. Menjauhi mitos dan kepercayaan yang tidak berdasar syariat.

Gerhana menjadi pengingat bagi manusia untuk merenungi kebesaran dan keteraturan ciptaan Allah.

Cara Aman Mengamati Gerhana

Bagi masyarakat yang mengikuti fenomena ini secara ilmiah, keselamatan mata adalah hal utama:

  • Jangan melihat Matahari secara langsung tanpa filter khusus.

  • Kacamata hitam biasa tidak aman untuk mengamati gerhana.

  • Gunakan siaran resmi dari lembaga astronomi atau antariksa untuk pengamatan daring.

Tahun 2026, Tahun Istimewa Fenomena Langit

Selain gerhana matahari cincin 17 Februari, tahun 2026 juga akan diramaikan sejumlah fenomena langit menarik:

  • 28 Februari: Parade enam planet

  • 3 Maret: Gerhana bulan total

  • 8–9 Juni: Konjungsi Venus dan Jupiter

  • 12–13 Agustus: Hujan meteor Perseid

  • 13–14 Desember: Hujan meteor Geminid

  • 24 Desember: Supermoon malam Natal

Fenomena-fenomena ini menunjukkan betapa alam semesta bergerak dengan presisi yang luar biasa.

Momentum Tafakur dan Keimanan

Gerhana matahari cincin pada 17 Februari 2026 bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan momentum refleksi dan peningkatan keimanan, khususnya bagi umat Islam.

Di balik keindahan cincin api di langit, tersimpan pesan tentang kebesaran Sang Pencipta.
Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW, saat gerhana terjadi hendaknya manusia mendekat kepada Allah melalui shalat dan doa.

Fenomena langit pun menjadi sarana yang bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperdalam keimanan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA