Golongan Darah dan Risiko Penyakit Jantung, Ini Penjelasan Ahli

waktu baca 3 menit
Jumat, 2 Jan 2026 06:00 168 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.idGolongan darah tidak hanya berfungsi sebagai penanda medis saat transfusi, tetapi juga dapat memberikan gambaran mengenai risiko seseorang terhadap penyakit tertentu, termasuk penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa golongan darah memiliki keterkaitan dengan kesehatan jantung. Oleh karena itu, memahami risikonya serta menerapkan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi jantung tetap optimal.

Asal-usul Perbedaan Golongan Darah

Hingga kini, para peneliti masih mempelajari alasan munculnya berbagai golongan darah seperti A, B, AB, dan O. Menurut ahli hematologi dari Penn Medicine, Dr. Douglas Guggenheim, faktor keturunan serta paparan infeksi di masa lalu diduga memicu mutasi yang membentuk keragaman golongan darah manusia.

Ia menjelaskan bahwa golongan darah bisa mencerminkan proses adaptasi tubuh manusia terhadap lingkungan dan ancaman penyakit pada masa lampau.

Golongan Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan data dari American Heart Association (AHA), individu dengan golongan darah A, B, atau AB diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.

Beberapa temuan penting meliputi:

  • Risiko serangan jantung meningkat sekitar 8 persen pada golongan darah A dan B

  • Risiko gagal jantung meningkat hingga 10 persen

  • Risiko trombosis vena dalam meningkat 51 persen

  • Risiko emboli paru meningkat 47 persen

Kondisi pembekuan darah tersebut dapat berdampak serius dan berkontribusi pada gangguan jantung.

Mengapa Risiko Bisa Lebih Tinggi?

Dr. Guggenheim menyebutkan bahwa protein tertentu pada golongan darah A dan B berpotensi meningkatkan peradangan dan memicu penebalan pembuluh darah. Hal inilah yang diduga meningkatkan risiko pembekuan darah dan penyakit jantung.

Faktor ini juga dipercaya berkaitan dengan temuan bahwa pemilik golongan darah O cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit berat.

Dampak Kesehatan Lain Berdasarkan Golongan Darah

Meski memiliki risiko jantung lebih rendah, golongan darah O juga memiliki sisi lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemilik golongan darah O lebih rentan mengalami perdarahan, terutama setelah melahirkan atau saat mengalami cedera berat.

Sementara itu, golongan darah AB disebut memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kognitif, seperti penurunan daya ingat dan konsentrasi.

Perlukah Menyesuaikan Gaya Hidup dengan Golongan Darah?

Meski golongan darah berpengaruh terhadap risiko penyakit tertentu, faktor utama kesehatan jantung tetap ditentukan oleh pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta kondisi lingkungan.

Dr. Guggenheim menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rekomendasi medis khusus berdasarkan golongan darah. Pola makan sehat, olahraga teratur, dan pengelolaan stres tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan jantung bagi semua golongan darah.

Ia juga menekankan bahwa memiliki golongan darah O bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko penyakit jantung. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA