Waspada Penipuan Saat Nataru, BRI Beri Tips Aman Bertransaksi

waktu baca 2 menit
Rabu, 24 Des 2025 05:00 55 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Memasuki periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan. Tingginya mobilitas masyarakat dan penggunaan layanan digital rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk kejahatan perbankan.

Menurut prediksi Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama libur Nataru diperkirakan mencapai 119 juta orang, atau sekitar 42,6% dari total penduduk Indonesia. Lonjakan ini memicu peningkatan transaksi tunai maupun non-tunai melalui kanal perbankan.

BRI memastikan seluruh infrastruktur dan layanan transaksi dalam kondisi optimal. Bank ini mengoperasikan lebih dari 19.600 unit ATM dan CRM, didukung sekitar 1,19 juta AgenBRILink, lebih dari 284 ribu EDC merchant, jutaan akseptasi QRIS, serta kartu uang elektronik BRIZZI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur IT BRI, Saladin D. Effendi, menegaskan bahwa keamanan transaksi menjadi prioritas utama, terutama selama libur panjang.

“Aktivitas transaksi perbankan meningkat signifikan pada periode Nataru. Kami memastikan kesiapan sistem IT dengan target success rate transaksi hingga 99,9% dan terus mengedukasi nasabah agar waspada terhadap modus penipuan,” kata Saladin.

BRI menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data perbankan. Bank ini tidak pernah meminta PIN, password, OTP, atau kode verifikasi melalui telepon, SMS, email, maupun media sosial. Jika ada pihak mengatasnamakan BRI dan meminta data rahasia, hal itu dipastikan penipuan. Nasabah diminta segera konfirmasi melalui kanal resmi BRI.

Selain itu, nasabah dianjurkan selalu menggunakan kanal resmi BRI seperti aplikasi BRImo, ATM, CRM, dan AgenBRILink terpercaya. Penggunaan jaringan internet publik yang tidak aman saat transaksi sebaiknya dihindari untuk meminimalkan risiko kebocoran data.

BRI juga mendorong nasabah untuk memantau transaksi secara rutin, mengaktifkan notifikasi, dan mengecek mutasi rekening untuk mendeteksi transaksi yang mencurigakan. Modus penipuan yang sering muncul saat Nataru termasuk penawaran hadiah palsu, promo fiktif, pembayaran pajak palsu, hingga tautan mencurigakan yang menyerupai situs resmi.

Untuk menjaga kepercayaan nasabah, BRI memperkuat layanan pengaduan dan complaint handling selama libur Nataru. Tim tambahan disiapkan agar setiap laporan dapat ditangani cepat, tepat, dan sesuai standar layanan (SLA).

Dengan kesiapan infrastruktur, sistem keamanan yang kuat, serta peran aktif nasabah dalam menjaga data pribadi, BRI optimistis layanan perbankan tetap aman, nyaman, dan andal selama libur Natal dan Tahun Baru. Masyarakat pun diimbau bertransaksi dengan bijak agar libur Nataru dapat dinikmati dengan tenang dan aman. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA