Dokter Ungkap Kebiasaan Pagi yang Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Des 2025 06:00 56 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id –  Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Selama ini, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan pola makan tidak sehat dan stres. Namun, seorang dokter mengungkap bahwa kebiasaan sederhana di pagi hari juga dapat berperan besar dalam meningkatkan risikonya.

Dokter umum yang aktif memberikan edukasi kesehatan melalui media sosial, Dr Sana Sadoxai, menyebut bahwa kurangnya aktivitas fisik setelah bangun tidur dapat berdampak negatif bagi kesehatan jantung. Ia menilai, banyak kasus serangan jantung berkaitan dengan pola hidup pasif di pagi hari.

“Risiko kesehatan bisa mulai muncul saat seseorang bangun tidur dan tetap tidak bergerak,” ujar Dr Sadoxai, seperti dikutip dari Mirror UK.

Kebiasaan Main Ponsel Setelah Bangun Tidur

Menurut Dr Sadoxai, banyak orang mengawali pagi dengan langsung duduk atau berbaring sambil memainkan ponsel dan menggulir media sosial. Setelah itu, mereka terburu-buru beraktivitas tanpa melakukan gerakan fisik apa pun.

Rutinitas ini membuat tubuh tetap berada dalam kondisi pasif, yang berpotensi meningkatkan peradangan sejak pagi hari. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan.

Beberapa dampak yang disebutkan antara lain gangguan metabolisme, resistensi insulin, penumpukan lemak di area perut, tekanan darah tinggi, hingga peradangan kronis tingkat rendah. Kombinasi faktor ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama pada individu dengan berat badan berlebih atau obesitas.

Aktivitas Ringan Bisa Jadi Solusi

Dr Sadoxai menegaskan bahwa pencegahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Aktivitas fisik ringan selama 5–7 menit di pagi hari dinilai sudah cukup membantu tubuh beradaptasi setelah bangun tidur.

Beberapa aktivitas yang disarankan meliputi:

  • Jalan ringan atau jalan cepat

  • Peregangan tubuh

  • Latihan pernapasan sederhana

“Gerakan ringan di pagi hari membantu melancarkan sirkulasi darah, mengaktifkan metabolisme, menstabilkan kadar gula darah, serta mendukung kesehatan jantung,” jelasnya.

Peran Obesitas dan Metabolisme

Lebih lanjut, Dr Sadoxai menekankan bahwa berat badan, metabolisme, dan kesehatan jantung saling berkaitan erat. Mengabaikan kebiasaan sehat sejak pagi hari dapat menjadi risiko tersembunyi bagi kesehatan jangka panjang.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap tanda awal gangguan metabolisme yang sering diabaikan, seperti lemak perut berlebih, mudah lelah, sesak napas ringan, diabetes, serta kelelahan kronis.

“Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten di pagi hari bisa memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” pungkasnya. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA