Foto: Freepik/freepik Cuitan.id – Hari Jumat dikenal sebagai hari paling mulia bagi umat Islam. Pada hari yang agung ini, Allah SWT melimpahkan banyak keberkahan, menjadikannya waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Rasulullah SAW menegaskan keistimewaan hari Jumat melalui hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيْهِ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ (رواه مسلم)
“Jumat adalah sebaik-baik hari kala matahari terbit. Nabi Adam diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan dari surga, dan Hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)
Untuk meraih keberkahan yang melimpah, ada beberapa amalan utama yang sangat dianjurkan di hari Jumat. Berikut empat amalan terbaik yang bisa Anda lakukan:
1. Membaca Surat Al-Kahfi
Membaca Surat Al-Kahfi adalah sunnah utama pada hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)
Selain memberikan cahaya kebaikan, Surat Al-Kahfi juga melindungi dari fitnah Dajjal. Beberapa ayat awal yang dianjurkan dibaca antara lain:
Ayat Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba walam yaj’al lahụ ‘iwajā.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;”
Ayat Kedua
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Latin: qayyimal liyunżira basan syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-muminīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā.
Artinya: “sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,”
Ayat Ketiga
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Latin: mākiṡīna fīhi abadā.
Artinya: “mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.”
Ayat Keempat
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā.
Artinya: “Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, ‘Allah mengambil seorang anak’.”
Ayat Kelima
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Latin: mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā liābāihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā.
Artinya: “Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.”
Ayat Keenam
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Latin: fa la’allaka bākhi’un nafsaka ‘alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā.
Artinya: “Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).”
Ayat Ketujuh
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Latin: innā ja’alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā.
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”
Ayat Kedelapan
وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Latin: wa innā lajā’ilụna mā ‘alaihā ṣa’īdan juruzā.
Artinya: “Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.”
Ayat Kesembilan
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā ‘ajabā.
Artinya: “Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?”
Ayat Kesepuluh
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā.
Artinya: “(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami’.”
2. Memperbanyak Shalawat dan Doa
Hari Jumat adalah waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al-Baihaqi)
Doa mustajab di hari Jumat umumnya antara shalat Asar hingga Maghrib. Contoh doa:
Doa Pagi dan Petang:
“Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu petang dan pagi, karena Engkau kami hidup dan mati, dan kepada-Mu juga kami akan kembali.”
Doa Sore Rasulullah SAW:
“Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi)
3. Bersedekah di Hari Jumat
Keutamaan sedekah di hari Jumat sangat besar. Allah SWT melipatgandakan pahala sedekah di hari yang mulia ini. Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan rezeki yang berkah.
4. Menunaikan Shalat Jumat (Bagi Laki-laki)
Bagi Muslim laki-laki, shalat Jumat adalah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jumuah: 9)
Selain menjalankan perintah Allah, shalat Jumat mendatangkan pahala besar, mendengarkan khutbah yang mencerahkan, dan mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim.
Hari Jumat adalah hari yang penuh berkah dan keistimewaan. Dengan mengamalkan membaca Surat Al-Kahfi, memperbanyak shalawat dan doa, bersedekah, serta menunaikan shalat Jumat, umat Muslim dapat meraih keberkahan yang melimpah. ***
Tidak ada komentar