5 Bahaya Kecubung: Efek Racun yang Perlu Diwaspadai. (hellosehat.com) JAKARTA, Cuitan.id – Tanaman kecubung (Datura stramonium) digunakan sebagai obat tradisional di beberapa daerah. Meski dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati peradangan atau asma, tanaman ini mengandung senyawa racun berbahaya yang bisa membahayakan kesehatan. Berikut lima efek konsumsi kecubung yang harus diwaspadai.
1. Gangguan Sistem Saraf
Daun, biji, akar, dan getah kecubung mengandung alkaloid tropan seperti atropine, hyoscyamine, dan scopolamine yang bersifat antikolinergik. Senyawa ini memengaruhi fungsi sistem saraf, menyebabkan halusinasi, kejang, hingga delirium, yaitu kebingungan parah yang membuat penderitanya sulit berpikir dan mengingat.
2. Dehidrasi
Konsumsi kecubung dapat menyebabkan kekurangan cairan akibat efek antikolinergik. Gejalanya meliputi mulut kering, haus berlebihan, dan kulit kering. Dehidrasi yang tidak segera diatasi bisa menimbulkan kerusakan organ hingga kondisi fatal.
3. Gangguan Pencernaan
Alkaloid tropan juga memicu sakit perut, mual, muntah, dan diare. Berdasarkan studi BMC Public Health dari 293 kasus keracunan, 22% mengalami diare, dan 18% mengalami mual atau muntah. Efek keracunan muncul sekitar 1 jam setelah konsumsi dan bisa bertahan 24–48 jam.
4. Kecanduan
Kecubung dapat menimbulkan efek euforia dan rasa berenergi, sehingga pengguna ingin mengonsumsinya terus-menerus. Efek ini berlangsung 3–4 jam, berpotensi menyebabkan kecanduan serupa penggunaan psikotropika.
5. Kerusakan Organ Tubuh
Penelitian pada tikus menunjukkan konsumsi ekstrak biji kecubung dapat merusak hati, jantung, ginjal, dan otak. Tingkat kerusakan bergantung pada dosis yang dikonsumsi.
Cara Mengatasi Efek Keracunan Kecubung
Jika mengalami gejala keracunan, segera cari pertolongan medis darurat. Dokter dapat melakukan:
Catatan: Konsumsi kecubung lebih dari 10 mg pada orang dewasa bisa sangat berbahaya. Anak-anak hingga orang dewasa berisiko keracunan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba obat herbal apapun.
Tidak ada komentar