Guillermo Martinez (tengah, depan) dari Meksiko berduel dengan Tomas Holes (kanan, depan) dari Republik Ceko selama pertandingan Grup A antara Republik Ceko dan Meksiko di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Mexico City di Mexico City, Meksiko, pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB.(Xinhua/Li Muzi) Cuitan.id – Fase grup Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk. Berakhirnya laga-laga sengit di Grup G, H, dan I pada Sabtu (27/6/2026) WIB membuat daftar tim yang harus pulang lebih awal semakin panjang.
Hingga Jumat lalu, baru ada delapan tim yang mengepak koper. Kini, jumlah tersebut melonjak menjadi 12 negara. Empat kontestan terbaru yang menyusul kegagalan ini adalah Irak, Uruguay, Arab Saudi, dan Selandia Baru.
Padahal, format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara memberikan peluang lolos jauh lebih besar. Selain dua tim teratas grup, FIFA juga memberi jatah bagi delapan tim peringkat ketiga terbaik untuk melaju ke babak 32 besar. Sayangnya, 12 negara berikut sudah kehilangan peluang matematis dan harus mengakhiri perjalanan mereka.
Haiti menjadi tim pertama yang mengemas barang-barang mereka. Wakil Karibia ini menyerah 0-3 dari Brasil pada laga kedua, setelah sebelumnya kalah tipis 0-1 dari Skotlandia. Karena FIFA mengutamakan rekor head-to-head, Haiti tidak mungkin lagi mengejar Skotlandia. Mereka menutup turnamen dengan kekalahan 2-4 dari Maroko dan kembali gagal mengulang memori manis debut 1974 mereka.
Nasib tragis menimpa anak asuh Vincenzo Montella. Turkiye mengawali turnamen dengan kekalahan 0-2 dari Australia dan 0-1 dari Paraguay. Ironisnya, mereka mendominasi statistik dengan melepaskan total 62 tembakan dalam dua laga tersebut. Kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat di laga pamungkas pun terasa hambar karena mereka kalah head-to-head dari para pesaingnya.
Tunisia mengalami mimpi buruk di dua laga awal setelah tumbang 1-5 dari Swedia dan 0-4 dari Jepang. Manajemen tim bahkan langsung mengganti pelatih Sabri Lamouchi dengan Herve Renard. Namun, magis Renard belum cukup menyelamatkan Tunisia. Mereka menyudahi fase grup di posisi juru kunci setelah kalah lagi 1-3 dari Belanda.
Debut bersejarah Yordania di putaran final harus selesai lebih cepat. Mereka menyerah 1-2 dari Aljazair meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Nizar Al-Rashdan. Kekalahan ini, ditambah hasil minor 1-3 saat melawan Austria, menutup peluang mereka untuk bersaing dengan Argentina di papan atas grup.
Gol tunggal Ante Budimir saat Kroasia membungkam Panama 1-0 memupus harapan wakil Amerika Tengah ini. Padahal, kiper Kroasia Dominik Livakovic harus bekerja keras menepis sundulan emas Carlos Harvey. Kini, Panama hanya menyisakan satu laga formalitas melawan Inggris untuk berburu kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia mereka.
Mantan tuan rumah edisi 2022 ini finis sebagai juru kunci Grup B setelah kalah 1-3 dari Bosnia dan Herzegovina. Meski begitu, Qatar mengukir sejarah kecil dengan meraih poin pertama mereka sepanjang sejarah Piala Dunia lewat hasil imbang melawan Swiss pada laga sebelumnya.
Ceko gagal total dalam penampilan perdana mereka sejak 2006. Meksiko menghajar mereka dengan skor telak 3-0 di laga penentu. Performa buruk yang hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran, ditambah kemenangan Afrika Selatan atas Korea Selatan, langsung mengunci posisi Ceko di dasar klasemen dengan raihan satu poin.
Sebagai negara dengan populasi terkecil di turnamen ini, Curacao tetap menuai pujian luar biasa. Di bawah asuhan pelatih veteran Dick Advocaat (78 tahun), mereka sempat menahan imbang Ekuador berkat aksi gemilang kiper Eloy Room. Sayangnya, kekalahan 0-2 dari Pantai Gading memastikan perjalanan dongeng mereka berakhir di fase grup.
Langkah Irak terasa sangat berat di Grup I. Mereka tidak mampu memetik satu poin pun dari tiga pertandingan. Puncaknya, Irak menelan kekalahan telak 0-5 dari Senegal. Kartu merah cepat yang menimpa bek Rebin Sulaka pada menit ke-13 membuat Irak kelabakan meredam agresivitas Sadio Mane dan kawan-kawan.
Tersingkirnya Uruguay menjadi kejutan paling megah sekaligus mengecewakan di turnamen ini. Membawa bintang-bintang kelas dunia seperti Federico Valverde dan Darwin Nunez, tim asuhan Marcelo Bielsa justru gagal meraih satu pun kemenangan. Kekalahan 0-1 dari Spanyol di laga penentu memicu rumor adanya ketegangan internal antara pemain senior dan sang pelatih terkait metode latihan.
Arab Saudi menyusul Uruguay keluar dari persaingan Grup H. Hasil imbang tanpa gol melawan Cape Verde pada laga terakhir membuat The Green Falcons hanya mengantongi dua poin. Hasil ini memperpanjang catatan kelam mereka yang selalu gagal lolos ke fase gugur dalam enam edisi beruntun sejak 1994.
Belgia menghentikan total ambisi Selandia Baru lewat kemenangan telak 5-1. Nama-nama besar seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku bergantian mengoyak gawang mereka. Selandia Baru harus puas berada di posisi terbawah Grup G dengan satu poin. Satu-satunya hiburan bagi mereka adalah gol hiburan dari Elijah Just di menit-menit akhir pertandingan. **
Tidak ada komentar