JAKARTA, Cuitan.id – Stroke dan serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani cepat. Memahami faktor risiko, termasuk waktu terjadinya, sangat penting terutama bagi kelompok rentan seperti pengidap penyakit jantung.
Banyak orang mengira serangan jantung dan stroke terjadi secara acak. Faktanya, kedua kondisi ini lebih sering muncul pada pagi hari. Menurut dr. Sanjay Kumar, Senior Director Cardiology di Fortis Faridabad, jam paling rawan adalah antara pukul 04.00 hingga 08.00.
“Kerentanan di pagi hari terkait dengan ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis internal yang mengatur hormon, tekanan darah, dan fungsi kardiovaskular,” jelas dr. Kumar, dikutip dari Hindu Times, Sabtu (22/11/2025).
Mengapa Pagi Hari Paling Berisiko?
- Lonjakan Hormon
Tubuh mengalami peningkatan hormon seperti kortisol dan katekolamin sebelum bangun tidur. Lonjakan ini menaikkan tekanan darah dan detak jantung, memberi beban tambahan pada sistem kardiovaskular, terutama bagi pengidap penyakit jantung.
2. Peningkatan Risiko Pembekuan Darah
Pada pagi hari, risiko terbentuknya bekuan darah meningkat. Hormon cortisol merangsang produksi PAI-1, enzim yang memperlambat pelarutan bekuan darah, sehingga risiko penyumbatan pembuluh jantung atau otak naik.
3. Dehidrasi Semalaman
Selama tidur, tubuh tidak menerima cairan sehingga darah menjadi lebih kental. Kondisi ini memperlambat aliran darah dan meningkatkan kemungkinan pembekuan, terutama pada orang dengan plak di pembuluh darah.
dr. Kumar menegaskan bahwa kombinasi ketiga faktor ini membuat pagi hari menjadi periode paling rawan bagi pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah.
Tips Pencegahan:
- Minum segelas air setelah bangun tidur
- Rutin cek tekanan darah
- Hindari stres berlebihan di pagi hari
- Konsultasi dokter bagi pengidap penyakit jantung atau hipertensi
Tidak ada komentar