Waspada! Gejala di Kaki Bisa Jadi Tanda Awal Serangan Jantung

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Nov 2025 08:00 365 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Perubahan yang terjadi terus-menerus pada kaki ternyata bisa menjadi lebih serius dibanding sekadar pegal atau masalah sendi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keluhan pada kaki dapat menjadi sinyal awal penyakit arteri yang berhubungan langsung dengan meningkatnya risiko serangan jantung.

Sebuah studi besar yang dipublikasikan dalam jurnal Circulation meneliti lebih dari 14.000 pasien dengan Penyakit Arteri Perifer (Peripheral Artery Disease/PAD). Hasilnya mencatat bahwa mereka yang mengalami penyempitan arteri di kaki memiliki risiko serangan jantung jauh lebih tinggi dalam 30 bulan dibandingkan pasien tanpa PAD.

Temuan ini menegaskan bahwa keluhan di kaki bisa berfungsi sebagai alarm dini terhadap masalah kardiovaskular, sehingga pemeriksaan medis tidak boleh ditunda.

Mengapa Gejala Kaki Bisa Jadi Tanda Masalah Jantung?

Ketika arteri di kaki menyempit atau tersumbat, proses yang sama biasanya terjadi pada arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung. Pada banyak kasus, gejala pertama yang muncul adalah:

  • nyeri atau rasa berat di betis dan paha saat berjalan,
  • kram yang hilang saat beristirahat,
  • kelemahan pada kaki.

Kondisi ini dikenal sebagai klaudikasio intermiten.

Menurut National Institutes of Health (NIH), PAD sering tidak terdiagnosis padahal risikonya setara dengan pasien yang pernah mengalami serangan jantung sebelumnya. Karena itu, nyeri kaki, mati rasa, hingga luka yang sulit sembuh perlu segera diperiksakan.

Gejala Kaki yang Patut Diwaspadai

Berikut beberapa tanda umum yang bisa menunjukkan adanya gangguan pembuluh darah:

  • Pegal, rasa berat, atau kram di betis, paha, hingga bokong saat berjalan.
  • Kaki terasa lebih dingin, mati rasa, atau tampak kebiruan dibandingkan sisi lainnya.
  • Luka atau borok yang lambat sembuh, kulit tampak menipis atau berkilau, serta rambut kaki mudah rontok.
  • Denyut nadi di kaki atau pergelangan kaki terasa lemah atau tidak teraba.
  • Pembengkakan pada tungkai atau pergelangan kaki, terutama pada perokok, penderita diabetes, atau hipertensi.

Hubungan Ilmiah Antara Nyeri Kaki dan Serangan Jantung

Dilansir dari Times of India, berkurangnya aliran darah ke kaki akibat penyempitan arteri mencerminkan adanya penyakit arteri sistemik. Proses yang sama dapat memengaruhi aliran darah ke jantung sehingga meningkatkan risiko:

  • Serangan jantung klasik, dan
  • Serangan jantung tipe 2, yang dipicu ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.

Karena itu, keluhan pada kaki sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan dini dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk serangan jantung. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA