Foto: Dok. Lilla Syifa (29) sudah atas izin yang bersangkutan JAKARTA, Cuitan.id – Lilla Syifa, 29 tahun, atau yang akrab disapa Cipa, dari Surabaya didiagnosis mengidap diabetes 1,5 atau LADA (Latent Autoimmune Diabetes in Adults). Menurutnya, kondisi ini muncul akibat pola hidup yang kurang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman manis setiap hari, jarang berolahraga, dan kebiasaan begadang.
Sebelum diagnosis, Cipa merasakan beberapa gejala, namun awalnya ia menganggapnya biasa dan tidak jelas.
Kram Kaki
Cipa sering mengalami kram di betis dan jari kaki. Awalnya ia mengira hal ini terjadi karena memakai sepatu hak tinggi terlalu sering.
“Sekitar Mei atau Juni 2025, aku sering kram kaki tiba-tiba melengkung gitu. Aku kira karena sepatu heels,” ujar Cipa.
Mudah Haus
Cipa merasa haus ekstrem meski sudah minum cukup air. Bibirnya sampai kering hingga orang lain memperhatikan.
“Aku haus banget, sampai kelabakan cari air saat naik ojol macet-macetan,” tambahnya.
Sering Buang Air Kecil
Pola sering kencing muncul karena kadar gula tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras menyaring glukosa, sehingga volume urine meningkat drastis.
“Sehari tuh sering banget, kayak 10 menit udah pipis lagi. Kepala pusing, lemas, lunglai,” kata Cipa.
Diabetes yang dialami Cipa sempat membuatnya koma dan harus dirawat di ICU. Gula darahnya mencapai 356 mg/dl dan HbA1c 11,5 persen.
“Sekitar 17 Agustus malam, aku hilang kesadaran kurang lebih 12 hari. Aku masuk ICU, dipasang ventilator, makan lewat hidung, semua pakai alat,” ungkapnya.
Dokter sempat menyarankan cuci darah karena fungsi ginjal yang menurun hingga 10 persen, namun kondisi ginjalnya membaik secara bertahap.
“Waktu itu dokter bilang aku bisa kehilangan ingatan dan kemampuan motorik karena komplikasi gula merusak organ lain,” tambah Cipa.
Pengalaman Cipa menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat. Mengurangi konsumsi gula, rutin olahraga, dan menjaga pola tidur menjadi kunci mencegah diabetes dan komplikasinya. ***
Tidak ada komentar