Viral Guru SMK Dikeroyok Siswa di Tanjung Jabung Timur

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Jan 2026 15:30 408 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Sebuah video viral memperlihatkan seorang guru SMK Negeri 3 di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dikeroyok oleh sejumlah siswa. Insiden ini terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026, dan terekam dalam video berdurasi 3 menit 28 detik yang kini ramai dibagikan di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat guru pria yang mengenakan seragam dinas terlibat adu argumen dengan beberapa siswa sebelum akhirnya menjadi korban pengeroyokan. Insiden ini dipicu oleh ucapan guru yang dianggap menyinggung kondisi ekonomi orang tua siswa.

Menurut klarifikasi guru yang bersangkutan, Agus Saputra, cekcok bermula saat ia menegur seorang siswa yang menyapa dengan kata-kata tidak sopan. Merasa dilecehkan secara verbal, Agus menegur siswa tersebut, yang kemudian menantangnya, memicu ketegangan yang berlanjut hingga jam istirahat.

“Waktu itu saya sedang lewat, ada siswa yang menegur saya dengan kata-kata tidak sopan dan tidak hormat,” ujar Agus. “Saya tanya siapa yang memanggil saya seperti itu, dan dia menjawab sambil menantang, ‘saya’.” Agus mengakui satu kali menampar siswa tersebut secara refleks, bukan sebagai penganiayaan.

Ketegangan berlanjut hingga sore hari. Meskipun sempat dilakukan upaya mediasi, Agus tetap berada di kantor sekolah yang dilengkapi CCTV untuk mengamankan diri. Namun, ketika hendak masuk kembali, ia dikeroyok oleh beberapa siswa dari berbagai kelas.

Video lain menunjukkan Agus memegang peralatan pertanian, yang sempat disalahartikan sebagai senjata tajam, untuk membubarkan kerumunan siswa. “Tidak ada niat lain, itu hanya untuk melindungi diri,” tegasnya.

Agus juga membantah tudingan menghina siswa dengan kata “miskin”. Menurutnya, kalimat tersebut bersifat motivasi umum, bukan untuk mengejek individu tertentu. Ia menambahkan bahwa ia tidak melakukan pemaksaan dalam tugas sekolah dan hanya menangkis serangan saat dikeroyok.

Insiden ini telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Hingga kini, pihak sekolah dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah selanjutnya. Agus berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA