Viral Gaji Guru Honorer Lebih Kecil dari Sopir MBG, Ini Kemuliaan Guru dalam Islam

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Jan 2026 04:00 18 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Sebuah video curahan hati guru honorer yang beredar luas di media sosial kembali menyoroti persoalan klasik dunia pendidikan Indonesia: kesejahteraan guru. Video tersebut viral setelah diunggah di platform X dan memicu diskusi publik mengenai perbandingan penghasilan guru honorer dengan profesi lain, termasuk sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam rekaman itu, seorang guru perempuan menyampaikan kesedihannya terkait kondisi ekonomi yang dinilai belum layak. Ia mengaku menerima honor jauh di bawah kebutuhan hidup, sementara di media sosial beredar informasi bahwa gaji sopir MBG disebut mencapai jutaan rupiah per bulan.

Unggahan tersebut langsung menuai respons luas. Banyak warganet menyatakan keprihatinan, mengingat guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.

Isu Lama yang Kembali Mencuat

Persoalan rendahnya honor guru honorer bukan hal baru. Di berbagai daerah, pendidik non-ASN masih menerima penghasilan berkisar ratusan ribu rupiah hingga di bawah satu juta rupiah per bulan, tergantung kebijakan sekolah dan kemampuan anggaran daerah.

Sementara itu, informasi mengenai besaran gaji sopir MBG yang beredar di media sosial belum disertai data resmi yang dapat dibandingkan secara setara. Namun, narasi tersebut cukup memunculkan rasa ketidakadilan di kalangan guru honorer dan masyarakat.

Guru dalam Pandangan Islam: Profesi yang Dimuliakan

Dalam Islam, guru menempati posisi yang sangat terhormat. Mereka dipandang sebagai pewaris tugas para nabi, yakni menyampaikan ilmu dan membimbing akhlak manusia.

Allah SWT berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadalah: 11)

Ayat ini menegaskan bahwa orang berilmu—termasuk guru—memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Islam juga memerintahkan umat untuk bertanya kepada orang berilmu ketika tidak mengetahui suatu hal (QS. An-Nahl: 43), yang menempatkan guru sebagai rujukan utama dalam kehidupan.

Hadis Nabi tentang Keutamaan Guru

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Dalam hadis lain disebutkan bahwa seluruh makhluk mendoakan orang yang mengajarkan kebaikan, bahkan hingga semut di liang dan ikan di laut (HR. Tirmidzi).

Ilmu yang diajarkan guru juga menjadi amal jariyah, yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah wafat (HR. Muslim).

Pesan Ulama: Memuliakan Guru dengan Nyata

Para ulama menekankan bahwa memuliakan guru tidak cukup hanya dengan penghormatan lisan. Imam Al-Ghazali menyebut hak guru lebih besar dari orang tua dalam aspek pembentukan akal dan hati.

Bentuk nyata memuliakan guru antara lain:

  • Memberikan penghormatan dan menjaga adab

  • Mendoakan kesejahteraan guru

  • Memberi hak ekonomi yang layak

  • Tidak merendahkan profesi pendidik

  • Mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang diajarkan

Harapan untuk Perbaikan Kesejahteraan

Viralnya video tersebut dianggap sebagai suara dari banyak guru honorer yang selama ini belum tersorot. Mereka tidak menuntut kemewahan, melainkan pengakuan dan keadilan secara manusiawi.

Masyarakat berharap pemerintah pusat dan daerah dapat merespons dengan langkah konkret, seperti penataan status kepegawaian, standar honor yang wajar, serta perlindungan sosial bagi guru honorer.

Dalam perspektif Islam dan kemanusiaan, memuliakan guru berarti menjaga masa depan bangsa. Guru bukan sekadar profesi, melainkan jalan kemuliaan yang patut dihargai secara moral dan material. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA