Video Mahasiswa KKN di Lombok Timur Viral, Warganet Diimbau Bijak Bermedia Sosial

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 22:00 2 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Media sosial di hebohkan dengan beredarnya video yang disebut-sebut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Video tersebut ramai diperbincangkan dan menjadi trending di berbagai platform. Sejumlah akun menyebut rekaman berdurasi sekitar 13 menit itu di duga diambil di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Lenek, Lombok Timur. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan kebenaran isi maupun pihak yang terlibat dalam video tersebut.

Seorang kepala desa di Kecamatan Lenek membenarkan bahwa sebelumnya memang ada mahasiswa KKN yang menjalankan program di wilayah tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait video yang beredar.

Identitas Di duga Di telusuri

Seiring viralnya kabar tersebut, sejumlah warganet mulai mencoba menelusuri identitas pribadi pihak yang di duga terlibat. Nama, asal kampus, hingga akun media sosial menjadi sasaran pencarian dan perbincangan di dunia maya.

Fenomena ini kembali menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar di era digital. Di sisi lain, hal tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait perlindungan privasi, potensi perundungan daring (cyberbullying), serta dampak psikologis bagi pihak yang di sebut-sebut dalam video tersebut.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari institusi pendidikan maupun aparat terkait mengenai duduk perkara yang sebenarnya.

Masyarakat di imbau untuk tidak berspekulasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Waspadai Tautan Berbahaya

Di tengah ramainya pencarian video tersebut, beredar pula berbagai tautan yang di klaim berisi rekaman lengkap. Publik di minta berhati-hati karena tautan semacam itu berpotensi menjadi modus kejahatan siber.

Praktik phishing dan pencurian data pribadi kerap memanfaatkan rasa penasaran masyarakat terhadap isu viral. Modusnya beragam, mulai dari meminta pengguna memasukkan ulang data login, kode OTP, hingga mengarahkan ke situs palsu yang menyerupai platform resmi.

Untuk menghindari risiko tersebut, masyarakat di sarankan:

  • Tidak mengklik tautan dari sumber tidak jelas

  • Tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun

  • Memastikan alamat situs resmi sebelum login

  • Mengaktifkan verifikasi dua langkah di akun media sosial

Bijak bermedia sosial dan menjaga keamanan digital menjadi tanggung jawab bersama agar tidak semakin banyak pihak yang di rugikan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA