Ilustrasi Vespa Corsa 125 1996(Dok. Instagram @pasukanmatic) JAKARTA, Cuitan.id – Dunia Vespa klasik selalu memiliki daya tarik tersendiri berkat desain ikonik, karakter mesin khas, serta komunitas yang solid. Namun, tidak semua model Vespa mudah dirawat. Beberapa justru dikenal memiliki tingkat perawatan tinggi dan biaya yang tidak sedikit.
Hal tersebut diungkapkan oleh Aphin, mekanik sekaligus pemilik bengkel spesialis Aphin Garage di Klender, Jakarta Timur. Ia menjelaskan bahwa secara umum Vespa keluaran tahun 1950-an hingga 1980-an memiliki kesamaan komponen.
“Secara garis besar komponennya hampir sama. Perbedaannya biasanya hanya di posisi kabel,” jelas Aphin.
Meski demikian, tantangan utama pemilik Vespa klasik terletak pada suku cadang impor, khususnya yang berasal dari Italia. Selain harganya mahal, kualitasnya belum tentu menyamai komponen orisinal bawaan pabrik.
“Kalau satu set mesin impor dari Italia bisa tembus Rp 8,5 juta. Tapi tetap beda dengan bawaan asli, detailnya tidak sama,” tambahnya.
Dari berbagai model Vespa yang pernah ditangani, Aphin menilai Vespa Corsa sebagai model yang paling sulit dalam hal perawatan dan perbaikan.
Penyebab utamanya adalah penggunaan blok mesin berbahan aluminium, yang membuat proses perbaikan menjadi sangat terbatas.
“Kalau seher Corsa rusak, tidak bisa dimodifikasi. Karena bloknya aluminium, harus ganti satu set,” ungkap Aphin.
Kerusakan kecil saja bisa berujung pada penggantian komponen besar, sehingga biaya perawatan menjadi sangat tinggi. Tak hanya rumit, harga suku cadang Vespa Corsa juga tergolong premium.
“Blok mesin Corsa orisinal sekarang bisa mencapai Rp 15 juta. Koplingnya bahkan bisa lebih dari Rp 21 juta,” ujarnya.
Tingginya tingkat kerumitan dan mahalnya suku cadang membuat Vespa Corsa kurang diminati di masa lalu. Namun, kondisi tersebut justru berbanding terbalik saat ini.
Kelangkaan unit dan nilai historisnya membuat Vespa Corsa mulai diburu kolektor, terutama pecinta Vespa klasik yang mengutamakan keaslian dan eksklusivitas. ***
Tidak ada komentar