Tradisi Injak Bumi di Jambi, Doa Haru untuk Langkah Pertama Bayi

waktu baca 1 menit
Senin, 23 Mar 2026 04:00 2 admincuitan

Cuitan.id – Suasana pagi Idulfitri di Masjid Jami Ba’alawi terasa berbeda. Setelah Salat Id, warga tidak hanya bersalaman, tetapi juga menjalankan tradisi “Injak Bumi” yang penuh makna.

Tradisi ini menjadi bagian penting bagi masyarakat Jambi, khususnya di kawasan Jambi Seberang. Orang tua membawa bayi yang sedang belajar berjalan untuk mengikuti prosesi sakral tersebut.

Para tokoh agama menerima bayi, lalu mengusap tubuh dan kepala mereka sambil melantunkan doa. Setelah itu, bayi diturunkan sejenak ke tanah sebagai simbol pertama kali menginjak bumi dengan harapan kebaikan dalam hidupnya.

Usai prosesi, suasana berubah meriah. Orang tua menaburkan bunga dan uang logam, disambut antusias oleh anak-anak yang sudah menunggu.

Tradisi ini tidak sekadar seremoni. Masyarakat memaknainya sebagai doa agar anak tumbuh sehat, kuat, dan di berkahi dalam setiap langkah.

Salah satu warga, Abu Umar, menyebut tradisi ini telah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Tradisi ini terus hidup di tengah masyarakat Jambi Seberang yang memiliki akar budaya Melayu dan keturunan Arab.

Di tengah arus modernisasi, “Injak Bumi” tetap bertahan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa Lebaran bukan hanya perayaan, tetapi juga momen menjaga identitas budaya dan nilai spiritual. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA