Towa and the Guardians of the Sacred Tree: Estetika Menawan, Mekanik Campur Aduk

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Des 2025 03:00 46 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Dunia roguelite terus berkembang, menghadirkan banyak judul baru yang mencoba memikat pemain. Towa and the Guardians of the Sacred Tree, yang dirilis September 2025 oleh Bandai Namco dan dikembangkan oleh Brownies Inc., menawarkan pendekatan berbeda: estetika hangat dan cerita tentang komunitas.

Game ini menempatkan pemain dalam peran Towa, seorang pendeta wanita di Desa Shinju, yang memimpin para Guardian melawan dewa jahat Magatsu. Sistem waktu yang berjalan memberikan efek nyata pada desa—anak-anak tumbuh dewasa, penduduk tua meninggal—memberikan dunia hub yang terasa hidup.

Meski narasi menekankan pengorbanan Guardian, sistem XP kolektif mengurangi dampak kehilangan karakter, sehingga pemain tetap bisa melanjutkan permainan tanpa frustrasi besar.

Visual dan Musik Memukau
Dipimpin oleh Shinichi Kameoka, seniman legendaris di balik Legend of Mana, game ini tampil seperti buku cerita hidup dengan karakter chibi ekspresif dan atmosfer “mistisisme Timur”. Musik oleh Hitoshi Sakimoto menambah bobot emosional setiap adegan, meski gameplay terkadang terasa datar.

Namun, keindahan visual menghadirkan masalah teknis: layar sering terlalu ramai dengan efek partikel sehingga sulit membedakan karakter dan musuh.

Mekanisme Permainan dan Tantangan
Towa and the Guardians menggabungkan aksi isometrik real-time dan manajemen desa, tetapi beberapa mekanik menghambat keseruan. AI pendukung, sistem durabilitas senjata yang membosankan, dan variasi musuh yang minim membuat pengalaman bermain solo terasa repetitif.

Fitur Co-op multiplayer menjadi solusi utama, karena pemain kedua mengendalikan karakter pendukung sehingga pertempuran lebih dinamis dan menyenangkan.

Kesimpulan
Dengan skor kritik rata-rata 5,5–6/10, Towa and the Guardians of the Sacred Tree menghadirkan dunia indah dan musik epik, tapi mekaniknya kurang matang. Game ini cocok bagi penggemar JRPG estetik atau penggemar karya Brownies Inc., sementara veteran roguelite mungkin akan merasa kurang tertantang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA