Tips Berbuka Puasa Sehat: Dahulukan Cairan, Hindari Kalori Berlebih

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 12:00 218 admincuitan

Cuitan.idBerbuka puasa bukan ajang balas dendam setelah menahan lapar seharian. Tubuh membutuhkan cairan dan energi yang masuk secara bertahap agar tetap stabil dan terhindar dari lonjakan kalori.

Dokter spesialis gizi klinik di RS Pondok Indah, Ida Gunawan, menekankan pentingnya memprioritaskan cairan dan memilih jenis makanan yang tepat saat berbuka.

Menurutnya, setelah sekitar 14 jam berpuasa, tubuh mengalami kekurangan cairan. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan saat azan magrib adalah mengembalikan hidrasi, bukan langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar.

Dahulukan Cairan dan Gula Alami

Cairan membantu tubuh kembali stabil sebelum menerima makanan utama. Pilih minuman dengan gula alami seperti kurma, jus buah tanpa tambahan gula berlebihan, atau potongan buah segar.

Minuman tinggi gula justru menambah asupan kalori secara signifikan dan tidak memberi manfaat optimal bagi tubuh. Rasa manis alami sudah cukup untuk membantu memulihkan energi.

Terapkan Prinsip 3J

Agar asupan tetap terkontrol, terapkan prinsip 3J: jumlah kalori, jenis makanan, dan jadwal makan.

1. Jumlah kalori
Batasi makanan dengan tambahan gula berlebih, lemak tinggi, serta gorengan. Proses pengolahan yang salah dapat meningkatkan kalori tanpa disadari.

2. Jenis makanan
Susun menu dengan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Pilih nasi, ubi, singkong, jagung, atau kentang sebagai sumber energi. Olah protein dengan cara yang tidak menambah banyak lemak, misalnya dengan dikukus atau dipanggang.

3. Jadwal makan
Mulai dengan air dan buah, lanjutkan makan malam bergizi seimbang. Jika masih lapar, tambahkan buah atau cairan sebelum tidur. Hindari makan berulang kali dalam waktu singkat karena tetap meningkatkan total kalori harian.

Jangan Percaya Mitos

Banyak orang percaya tubuh pasti kekurangan gula setelah puasa sehingga perlu asupan manis berlebihan. Faktanya, tidak semua orang mengalami penurunan gula darah. Mengonsumsi gorengan dalam jumlah besar juga hanya menambah kalori dan membuat tenggorokan terasa tidak nyaman.

Berbuka puasa yang sehat dimulai dari hidrasi yang cukup, gula alami, serta pola makan teratur. Dengan langkah sederhana ini, tubuh kembali bertenaga tanpa risiko kenaikan berat badan selama Ramadhan. **

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA