Stimulus Pariwisata 2025: Diskon Nataru & Kunjungan Meningkat

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Nov 2025 11:00 55 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Pemerintah menyiapkan serangkaian program dan stimulus baru untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Kebijakan ini digulirkan menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang diprediksi menjadi periode puncak pergerakan wisatawan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut paket stimulus tersebut dikemas dalam skema 8+4+5, yang mencakup insentif perpajakan hingga dukungan peningkatan kompetensi tenaga kerja pariwisata.

Salah satu insentif yang diberikan adalah PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pekerja sektor pariwisata dengan pendapatan hingga Rp10 juta per bulan. Selain itu, pemerintah juga membuka program magang satu tahun bagi lulusan baru sekolah pariwisata. Program ini melibatkan 39 perusahaan dengan total 457 lowongan, lengkap dengan uang saku yang ditanggung pemerintah.

“Kami memastikan kebijakan ini berjalan efektif melalui promosi, sosialisasi, dan pemantauan langsung bersama platform OTA serta para pemangku kepentingan,” ujar Widiyanti melalui keterangan resmi Kemenparekraf, Sabtu (15/11/2025).

Untuk mendorong peningkatan perjalanan wisata dalam negeri selama periode Nataru, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa diskon transportasi di berbagai moda perjalanan.

Rincian insentif perjalanan wisata:

  • Diskon 13–14% untuk tiket pesawat (22 Desember 2025–10 Januari 2026)
  • Diskon 30% untuk kereta api
  • Penghapusan biaya jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan
  • Diskon 20% untuk angkutan laut (17 Desember 2025–10 Januari 2026)

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas wisatawan domestik sekaligus memperkuat belanja pariwisata di berbagai daerah.

Optimisme pemerintah diperkuat dengan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025. Berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan wisman pada September 2025 mencapai 1,39 juta kunjungan, atau naik 9,04% dibandingkan September 2024.

Secara kumulatif Januari–September 2025, total kunjungan wisman mencapai 11,43 juta, meningkat 10,22% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Wisatawan asal kawasan ASEAN masih mendominasi dengan kontribusi 35,22%, disusul Asia lainnya sebesar 27,57%.

Pemerintah optimistis target 14–15 juta kunjungan wisman pada 2025 sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dapat tercapai.

Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) juga menunjukkan pertumbuhan kuat.
Pada September 2025, perjalanan wisnus meningkat 13,19%, dari 83,36 juta menjadi 94,36 juta perjalanan.

Secara kumulatif Januari–September 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 901,90 juta, melonjak 18,99% dibandingkan 757,96 juta perjalanan pada periode yang sama pada 2024.

Kemenparekraf optimistis target 1,08 miliar perjalanan wisnus sepanjang 2025 akan terlampaui. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA