Skandal Video Call TikToker Parera Viral. ist JAKARTA, Cuitan.id – Jagat maya kembali diramaikan oleh klaim video call dewasa TikToker Parera berdurasi 11 menit. Konten ini menjadi viral lintas platform, memicu diskusi hangat dan kekhawatiran soal keamanan data serta akurasi informasi.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi yang memvalidasi klaim rekaman tersebut. Banyak tautan yang mengaku menampilkan “versi lengkap” justru mengarah ke situs yang tidak relevan atau berisiko.
Psikolog media menjelaskan, fenomena ini diperkuat oleh efek FOMO (fear of missing out). Judul yang menekankan kelangkaan dan durasi spesifik mendorong pengguna untuk mencari tautan, sementara algoritma media sosial mengangkat konten dengan interaksi tinggi sehingga cepat tersebar.
Pakar hukum siber menegaskan, penyebaran konten tanpa verifikasi dapat melanggar privasi dan menimbulkan konsekuensi hukum. Dewan Pers menekankan, kepentingan publik dan akurasi informasi harus diutamakan, bukan sensasi semata.
Komisi Digital Indonesia (Komdigi RI) mengimbau publik untuk menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” serta melaporkan konten mencurigakan melalui kanal resmi. Sementara Gerakan Siberkreasi mendorong literasi digital agar masyarakat lebih kritis terhadap judul provokatif dan teknik clickbait.
Abaikan tautan sensasional dari akun anonim
Cari klarifikasi melalui media kredibel
Gunakan perlindungan keamanan perangkat
Laporkan konten mencurigakan
Kasus video call TikToker Parera yang viral 11 menit mengingatkan pentingnya kewaspadaan digital. Dengan literasi media yang baik, publik bisa terhindar dari misinformasi dan risiko di dunia maya. ***
Tidak ada komentar