Siapa Saja yang Wajib dan Tidak Wajib Puasa Ramadhan?

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 05:00 3 admincuitan
JAKARTA, Cuitan.idBulan Ramadhan bukan hanya momen menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah yang memiliki dasar hukum, syarat, dan ketentuan rinci dalam syariat Islam. Agar puasa sah, penting bagi setiap Muslim memahami materi dasar puasa Ramadhan.

Berikut ringkasan dari buku saku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah Lc SAg.

Dalil Kewajiban Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah. Kewajiban ini bersandar pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa Islam dibangun atas lima perkara, salah satunya adalah puasa Ramadhan.

Para ulama juga sepakat (ijma’) bahwa puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Mereka yang Wajib Berpuasa

Tidak semua orang otomatis diwajibkan berpuasa. Ada beberapa syarat yang harus di penuhi:

a. Beragama Islam

Puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi orang Muslim.

b. Baligh

Anak-anak yang belum baligh tidak wajib berpuasa, meskipun di anjurkan untuk belajar dan berlatih.

c. Berakal

Orang yang tidak memiliki kesadaran penuh, seperti gangguan jiwa berat, tidak di wajibkan berpuasa.

d. Sehat

Orang yang sakit memiliki rincian hukum tersendiri. Jika sakit ringan dan tidak membahayakan, tetap wajib berpuasa. Namun jika membahayakan, boleh berbuka dan menggantinya di hari lain.

e. Tidak dalam perjalanan jauh (musafir)

Musafir di perbolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya di luar Ramadhan.

f. Mampu

Orang tua renta yang sudah tidak sanggup berpuasa tidak di wajibkan berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin).

g. Suci dari haid dan nifas

Wanita yang sedang haid atau nifas tidak boleh berpuasa dan wajib menggantinya setelah Ramadhan.

Mereka yang Tidak Diwajibkan Puasa

Dalam fikih Islam, terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak di wajibkan berpuasa, dengan konsekuensi berbeda-beda:

1. Wajib tidak puasa dan wajib qadha

Wanita haid dan nifas.

2. Boleh tidak puasa dan wajib qadha

Orang sakit dan musafir.

3. Wajib qadha dan fidyah

Ibu hamil atau menyusui yang khawatir pada kondisi bayinya (menurut sebagian pendapat).

4. Hanya wajib fidyah

Orang tua renta atau sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.

5. Tidak wajib qadha dan tidak wajib fidyah

Anak kecil, orang gila yang tidak sadar, dan non-Muslim.

Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak membebani di luar kemampuan.

Fardhu Puasa Ramadhan

Agar puasa sah, ada empat rukun (fardhu) yang harus di penuhi:

1. Niat

Niat di lakukan di dalam hati pada malam hari, sejak setelah Maghrib hingga sebelum fajar. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus di lakukan setiap malam menurut mayoritas ulama.

Minimal niat adalah menyengaja puasa Ramadhan di dalam hati.

2. Menahan diri dari makan dan minum

Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Jika makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan di lanjutkan.

3. Menahan diri dari jima’ (hubungan suami istri)

Jika di lakukan dengan sengaja di siang hari Ramadhan, maka selain wajib qadha juga wajib membayar kafarat.

4. Tidak sengaja muntah

Jika muntah di sengaja, maka puasa batal dan wajib qadha. Namun jika muntah tidak sengaja, puasa tetap sah.

Menutup dengan Pemahaman yang Benar

Memahami materi dasar puasa Ramadhan bukan hanya penting bagi pelajar atau santri, tetapi juga bagi setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah dengan benar dan tenang.

Puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan ibadah yang sarat nilai spiritual, sosial, dan ketakwaan.

Tentunya dalam memahami dasar puasa Ramadhan akan sangat penting bagi setiap Muslim. Dengan mengetahui dalil, syarat, dan rukun puasa, ibadah bisa di jalankan dengan sah, tenang, dan penuh kesadaran. Semoga bulan suci Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperdalam ilmu dan memperkuat iman. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA