Ilustrasi Ramadhan. Materi Ramadhan 2026(Ilustrasi ini dibuat dengan AI.) Berikut ringkasan dari buku saku Panduan Ibadah Ramadhan karya Annisa Nurul Hasanah Lc SAg.
Puasa Ramadhan diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah. Kewajiban ini bersandar pada Al-Qur’an, hadis, dan ijma’ ulama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa Islam dibangun atas lima perkara, salah satunya adalah puasa Ramadhan.
Para ulama juga sepakat (ijma’) bahwa puasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat.
Tidak semua orang otomatis diwajibkan berpuasa. Ada beberapa syarat yang harus di penuhi:
Puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi orang Muslim.
Anak-anak yang belum baligh tidak wajib berpuasa, meskipun di anjurkan untuk belajar dan berlatih.
Orang yang tidak memiliki kesadaran penuh, seperti gangguan jiwa berat, tidak di wajibkan berpuasa.
Orang yang sakit memiliki rincian hukum tersendiri. Jika sakit ringan dan tidak membahayakan, tetap wajib berpuasa. Namun jika membahayakan, boleh berbuka dan menggantinya di hari lain.
Musafir di perbolehkan tidak berpuasa dan wajib menggantinya di luar Ramadhan.
Orang tua renta yang sudah tidak sanggup berpuasa tidak di wajibkan berpuasa, tetapi wajib membayar fidyah (memberi makan orang miskin).
Wanita yang sedang haid atau nifas tidak boleh berpuasa dan wajib menggantinya setelah Ramadhan.
Dalam fikih Islam, terdapat beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak di wajibkan berpuasa, dengan konsekuensi berbeda-beda:
Wanita haid dan nifas.
Orang sakit dan musafir.
Ibu hamil atau menyusui yang khawatir pada kondisi bayinya (menurut sebagian pendapat).
Orang tua renta atau sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh.
Anak kecil, orang gila yang tidak sadar, dan non-Muslim.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak membebani di luar kemampuan.
Agar puasa sah, ada empat rukun (fardhu) yang harus di penuhi:
Niat di lakukan di dalam hati pada malam hari, sejak setelah Maghrib hingga sebelum fajar. Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus di lakukan setiap malam menurut mayoritas ulama.
Minimal niat adalah menyengaja puasa Ramadhan di dalam hati.
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Jika makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah dan di lanjutkan.
Jika di lakukan dengan sengaja di siang hari Ramadhan, maka selain wajib qadha juga wajib membayar kafarat.
Jika muntah di sengaja, maka puasa batal dan wajib qadha. Namun jika muntah tidak sengaja, puasa tetap sah.
Memahami materi dasar puasa Ramadhan bukan hanya penting bagi pelajar atau santri, tetapi juga bagi setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah dengan benar dan tenang.
Puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan ibadah yang sarat nilai spiritual, sosial, dan ketakwaan.
Tentunya dalam memahami dasar puasa Ramadhan akan sangat penting bagi setiap Muslim. Dengan mengetahui dalil, syarat, dan rukun puasa, ibadah bisa di jalankan dengan sah, tenang, dan penuh kesadaran. Semoga bulan suci Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperdalam ilmu dan memperkuat iman. ***
Tidak ada komentar