Rylan Pribadi Meninggal di Niseko, Ini Profil Konglomerat Henry Pribadi. Istimewa/ Tangkapan Layar Youtube JAKARTA, Cuitan.id – Kabar duka datang dari keluarga konglomerat Henry Pribadi. Cucu mereka, Rylan Henry Pribadi, berusia 17 tahun, meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Niseko, Hokkaido, Jepang.
Peristiwa tragis ini langsung menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Rylan merupakan putra pengusaha Reza Pribadi dan cucu dari Henry Pribadi, pendiri Napan Group.
Belasungkawa dari Tokoh Nasional
Ucapan duka cita disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie melalui akun Instagram masing-masing.
Airlangga Hartarto menulis, “Saya dan Ibu Yanti menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi… Kiranya Tuhan memberikan almarhum tempat terbaik di sisi-Nya dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.”
Sementara Anindya Bakrie menyampaikan, “Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi… Sebagai sahabat karib, saya juga merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia muda. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan.”
Henry Setiawan Pribadi, lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 1948, dikenal sebagai konglomerat pendiri Napan Group. Sejak 1972, ia mengembangkan bisnis keluarga ke sektor manufaktur, properti, telekomunikasi, perbankan, hingga media.
Pada puncak kejayaannya, Napan Group memiliki puluhan anak usaha dengan pendapatan lebih dari Rp1 triliun pada 1996. Meski terdampak krisis moneter 1997–1998, Henry berhasil mempertahankan sebagian bisnisnya hingga saat ini, termasuk PT Argha Karya Prima Industry, PT Sumatera Prima Fiberboard, PT Lumbung Nasional Flour Mill, dan Grand Candi Hotel Semarang.
Kekayaannya diperkirakan mencapai US$515 juta (Rp7–8 triliun), berdasarkan aset, saham, dan properti keluarga.
Insiden terjadi saat Rylan bermain ski sendirian di lintasan Niseko. Saksi melihat korban tergeletak dan tidak sadarkan diri. Tim resor dan kepolisian Jepang segera mengevakuasi Rylan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, kecelakaan terjadi akibat leher korban tersangkut tali pembatas lintasan ski. Autopsi menunjukkan penyebab kematian adalah asfiksia (mati lemas), tanpa cedera lain seperti patah tulang atau benturan keras.
Rylan diketahui sedang berlibur bersama teman, namun saat kecelakaan ia berada sendirian. Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab korban berada di lintasan tanpa pendamping. ***
Tidak ada komentar