Atlet angkat besi, Rizki Juniansyah kembali mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten. Kenaikan pangkat itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penyerahan bonus untuk atlet berprestasi di SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden) JAKARTA, Cuitan.id – Pengamat politik dan pertahanan Universitas Nasional (Unas), Selamat Ginting, menegaskan perpindahan matra di tubuh TNI bukanlah hal baru. Praktik ini telah terjadi sejak awal pembentukan dan pengembangan kekuatan TNI, jauh sebelum kasus yang melibatkan atlet angkat besi nasional, Rizki Juniansyah.
“Tidak benar kasus pindah matra di TNI baru terjadi kali ini, ketika Rizki Juniansyah pindah dari TNI AL ke TNI AD,” ujar Selamat Ginting kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2026).
Selamat mencontohkan, pada masa persiapan Operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat (1961-1962), perpindahan matra dilakukan demi kepentingan organisasi dan operasi militer. Saat itu, dua perwira Korps Zeni Angkatan Darat dipindahkan ke matra laut untuk memperkuat Korps Komando Operasi (KKO) TNI AL, yang kini dikenal sebagai Korps Marinir.
“Peristiwa itu terjadi ketika TNI AL akan membentuk Batalyon Zeni KKO. Pimpinan TNI AL meminta pimpinan TNI AD agar perwira pertama Korps Zeni Angkatan Darat membidani kelahiran Yonzi KKO AL,” jelas Selamat.
Dua perwira yang dipindahkan merupakan lulusan Akademi Zeni Angkatan Darat (AZIAD), Bandung, yang kini bernama Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD):
Lettu CZI TGM Harahap, lulusan AZIAD 1956
Letda CZI Sujono, lulusan AZIAD 1959, satu angkatan dengan Letda CZI Try Sutrisno yang kemudian menjadi Wakil Presiden RI
Selain perpindahan matra, Selamat menekankan bahwa mutasi antar korps di TNI juga bukan hal luar biasa. Banyak perwira dari Korps Zeni, Korps Komunikasi Elektronika (Komlek), maupun Korps Peralatan berpindah ke Korps Infanteri, terutama setelah lulus pendidikan komando Kopassus.
Sebaliknya, perwira Korps Infanteri kadang dipindahkan ke satuan administrasi, seperti Korps Ajudan Jenderal, biasanya karena kondisi fisik tidak memungkinkan bertugas di satuan tempur akibat cedera atau kecelakaan.
Pernyataan Selamat disampaikan di tengah sorotan publik terhadap keputusan Panglima TNI memberi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada Rizki Juniansyah, atlet angkat besi nasional yang juga perwira TNI. Rizki naik dua tingkat dari Letnan Dua ke Kapten dan pindah dari TNI AL ke TNI AD setelah meraih emas dan memecahkan rekor dunia di SEA Games 2025 Thailand.
Kenaikan pangkat diumumkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat penyerahan bonus atlet SEA Games di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Keputusan ini sempat menjadi perbincangan publik karena dianggap tidak lazim, meski tetap sesuai aturan TNI. ***
Tidak ada komentar