Rahman Terbaring Lemah, Setiap Bantuan Kini Sangat Berarti

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 19:34 60 admincuitan

KERINCI, Cuitan.id — Sebuah kisah pilu datang dari Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat. Rahman, warga setempat, hampir satu tahun terakhir berjuang melawan penyakit paru kronis yang membuatnya hanya bisa terbaring lemah dan bergantung pada oksigen.

Kondisinya terus menurun. Tubuh Rahman mengalami penyusutan drastis dalam 11 bulan terakhir, hingga untuk sekadar duduk pun ia membutuhkan bantuan.

Setiap hari, ia harus menggunakan hingga empat tabung oksigen, yang harganya berkisar Rp60.000–Rp100.000 per tabung.

Beban biaya ini jelas tak mampu lagi ditanggung keluarga. Tabungan habis, peluang pekerjaan menipis, sementara kebutuhan oksigen terus meningkat tanpa jeda.

Sri Dewi Harni, istri Rahman, mengungkapkan bahwa hampir seluruh harta keluarga telah dijual demi mempertahankan pengobatan suaminya. Ladang, alat pertanian, hingga dua unit sepeda motor yang menjadi andalan sehari-hari, semuanya telah dilepas.

“Kami sudah menjual semua yang bisa dijual. Sekarang kami hanya berharap ada bantuan agar suami saya bisa terus berobat,” tutur Sri dengan suara bergetar.

Motor terakhir yang sebelumnya menjadi tumpuan mobilitas keluarga pun akhirnya dijual demi membeli oksigen dan obat-obatan.

Warga sekitar memahami perjuangan keluarga ini, namun kondisi ekonomi desa yang terbatas membuat bantuan tidak dapat maksimal. Karena itu, keluarga akhirnya membuka donasi sebagai harapan terakhir untuk memastikan Rahman tetap mendapatkan oksigen dan perawatan medis.

Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui:

Bank BRI
0117-01-031768-53-7
A.n: Sri Dewi Harni

Bantuan juga dapat disampaikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Kerinci kepada Monadi Murison, atau dengan mengunjungi langsung rumah keluarga di Larik Mudik, Desa Tanjung Pauh Mudik.

Setiap bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi Rahman dan keluarganya yang kini berada dalam salah satu fase tersulit dalam hidup mereka. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA