Rahasia Umur Panjang Orang Jepang: Hidup Sehat & Mandiri hingga Lansia

waktu baca 3 menit
Kamis, 25 Des 2025 18:00 27 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Tidak hanya panjang umur, populasi lansia di Jepang juga relatif lebih sehat dan mandiri. Banyak orang mengira faktor genetik menjadi kunci utama, namun menurut Dr. Sharan Srinivasan, konsultan ahli bedah saraf di Rumah Sakit Manipal, rahasianya justru terletak pada kebiasaan hidup sehari-hari.

Berdasarkan pengalamannya selama enam bulan menjalani fellowship di Universitas Kedokteran Wanita Tokyo pada 2015, Dr. Srinivasan menyaksikan langsung bagaimana gaya hidup orang Jepang berperan besar dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

“Umur panjang di Jepang bukan soal gen semata, tetapi bagaimana orang hidup, berpikir, dan merawat kesehatannya sejak muda,” ujar Dr. Srinivasan, dikutip dari India Today.

Pendekatan Kesehatan Preventif

Orang Jepang menerapkan pendekatan preventif. Mereka tidak menunggu sakit untuk berobat, melainkan aktif mencegah penyakit, menjaga kebugaran fisik, dan merangsang fungsi otak hingga usia lanjut. Kebiasaan ini dilakukan konsisten selama puluhan tahun dan berdampak besar pada kualitas kesehatan.

Ketenangan dan Disiplin Sebagai Gaya Hidup

Salah satu ciri khas masyarakat Jepang adalah ketenangan di ruang publik. Suara keras atau luapan emosi jarang terlihat. Ketenangan ini membantu menekan stres kronis, faktor penting untuk kesehatan jantung dan otak. Selain itu, rasa hormat, kesabaran, dan disiplin diri juga mendukung kesehatan mental dan fisik.

Jalan Kaki, Aktivitas Fisik Alami

Olahraga di Jepang tidak selalu identik dengan gym. Berjalan kaki menjadi bagian alami rutinitas harian, dengan rata-rata 7–7,5 km per hari. Aktivitas ini dilakukan secara konsisten dan memberi manfaat kardiovaskular nyata. Banyak lansia Jepang tetap aktif dan mandiri jauh setelah pensiun.

Pemeriksaan Otak Rutin

Jepang memiliki angka aneurisma serebral yang relatif tinggi, sehingga pemeriksaan otak rutin menjadi hal umum. Skrining tahunan membantu menemukan dan menangani kondisi medis lebih awal, bahkan bagi pasien berusia 80-an.

Kemandirian Melatih Ketahanan Tubuh

Pasien di Jepang tetap mengurus kebutuhan pribadi dan aktif dalam proses pemulihan saat dirawat di rumah sakit. Sikap ini membangun ketahanan fisik dan percaya diri, serta mendukung kesehatan jangka panjang.

Otak Harus Terus Digunakan

Aktivitas mental berkelanjutan sangat penting. Banyak lansia Jepang tetap bekerja, belajar hal baru, dan terlibat dalam aktivitas intelektual. Stimulasi mental membantu menjaga fungsi kognitif dan menunda penurunan daya pikir akibat usia.

Namun, tingginya angka bunuh diri di Jepang menunjukkan bahwa dukungan emosional juga penting, meski kesehatan fisik baik.

Pendekatan Seimbang untuk Hidup Panjang

Dr. Srinivasan menekankan pentingnya keseimbangan: disiplin, ketenangan, gaya hidup aktif, pemeriksaan preventif, dan dukungan emosional. Pendekatan holistik ini diyakini membantu hidup lebih lama, lebih sehat, dan tetap mandiri hingga usia lanjut. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA