Pil KB Pria Pertama di Dunia: Aman dan Efektif, Uji Klinis Segera Meluas

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Nov 2025 06:00 419 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Penelitian pil kontrasepsi untuk pria semakin mendekati kenyataan. Studi terbaru pada hewan menunjukkan bahwa pil bernama YCT-529 mampu menghentikan produksi sperma secara efektif. Uji coba awal pada 16 pria sehat menunjukkan obat ini tidak menimbulkan efek samping serius.

Rencananya, pil ini akan diuji klinis pada ratusan pria untuk menilai efektivitasnya dalam mencegah kehamilan. Jika berhasil, pil kontrasepsi pertama di dunia ini diperkirakan bisa tersedia dalam 3 tahun ke depan.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menekan hormon gonadotropin dan menimbulkan efek samping seperti kelemahan otot atau sensasi panas mendadak, YCT-529 bekerja tanpa mengganggu hormon. Obat ini memblokir protein retinoic acid receptor alpha (RAR-alpha) yang berperan dalam pembentukan sperma.

Retinoic acid adalah nutrisi penting yang berasal dari vitamin A. Protein RAR-alpha membantu pertumbuhan sel baru, termasuk produksi sperma pada pria. Tanpa retinoic acid yang cukup, produksi sperma dapat berhenti sepenuhnya.

Dalam uji klinis, YourChoice Therapeutics memberikan dosis 10–180 mg per hari selama sebulan. Hasilnya menunjukkan obat ini aman, tidak memengaruhi libido, hormon, atau suasana hati.

“Ini kabar baik. Perkembangan semakin maju. Langkah berikutnya adalah menguji keamanan dan efektivitas pada lebih banyak pria,” kata Prof. Tet Yap, ahli urologi di King’s College London, dikutip dari Daily Mail, Rabu (19/11/2025).

Meskipun hasil awal positif, pil ini bukan kontrasepsi instan. Dibutuhkan 2 bulan atau lebih untuk menurunkan produksi sperma, dan 2–3 bulan untuk pemulihan jika ingin memiliki anak.

Peneliti menekankan perlunya studi lanjutan untuk mengetahui apakah YCT-529 hanya memblokir retinoic acid di testis atau juga memengaruhi bagian tubuh lain. Hal ini penting karena retinoic acid memiliki fungsi vital, termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

Beberapa relawan mengalami infeksi saluran pernapasan dan satu melaporkan aritmia jantung, sehingga penelitian lebih luas diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA