Pernyataan Cucun Soal Ahli Gizi di Program MBG Viral, Ini Klarifikasinya

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Nov 2025 05:00 51 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id — Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dalam sebuah forum konsolidasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik setelah potongan videonya beredar luas di media sosial.

Dalam cuplikan tersebut, muncul respons Cucun terhadap masukan salah satu peserta yang menyampaikan tiga solusi terkait pelaksanaan MBG.

Dalam rekaman yang viral itu, Cucun menyinggung generasi muda yang dianggap arogan ketika mempertanyakan penggunaan istilah atau nomenklatur dalam program MBG.

Menurutnya, penyebutan “ahli gizi” yang digunakan dalam pengawasan program sering kali dipersoalkan, padahal aturan mengenai istilah tersebut sudah memiliki dasar regulasi.

Cucun menyampaikan bahwa tidak semua tugas dalam MBG harus dilakukan oleh ahli gizi, dan terdapat wacana penggunaan istilah lain seperti “tenaga yang menangani gizi.”

Pernyataan tersebut kemudian memicu perdebatan di kalangan tenaga kesehatan, khususnya profesional di bidang gizi, karena dinilai dapat menimbulkan salah persepsi mengenai kompetensi profesi ahli gizi dalam program nasional.

Salah satu tanggapan datang dari dr Tan Shot Yen, dokter sekaligus pakar gizi. Ia menilai pernyataan bahwa ahli gizi dapat digantikan menunjukkan kurangnya pemahaman mendasar terkait profesi tersebut.

Menurut dr Tan, posisi ahli gizi tidak dapat digeser begitu saja, sebagaimana jabatan profesional lain yang memiliki standar kompetensi spesifik.

“Sudah jelas itu tidak tepat, artinya tidak memahami profesi ahli gizi,” ujarnya saat ditemui pada Senin (17/11/2025).

Ia menggunakan analogi untuk menggambarkan risiko apabila peran ahli gizi digantikan oleh tenaga yang tidak memiliki latar belakang kompetensi yang sesuai.

“Ibarat pilot diganti petugas darat yang hanya dilatih tiga bulan lalu disuruh menerbangkan pesawat. Ya jelas berbahaya,” ungkapnya.

Dr Tan menambahkan bahwa pembuat kebijakan seharusnya memahami perbedaan antara jabatan struktural dan jabatan fungsional dalam sistem layanan kesehatan.

“Kepala puskesmas atau menteri kesehatan bisa saja bukan dokter, tapi mereka tidak bisa menangani pasien di poli. Itu sebabnya ahli gizi tidak bisa digantikan jika tujuannya memastikan makanan benar-benar bergizi,” terangnya.

Menanggapi ramainya perbincangan publik, Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan penjelasan langsung di Kompleks Parlemen, Senayan. Ia menyebut bahwa usulan perubahan penyebutan profesi dalam program MBG sebenarnya muncul dari pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IX dan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Di forum itu berkembang usulan, dan justru ahli gizi sendiri yang tidak ingin ada embel-embel tertentu bila terjadi perubahan istilah. Tapi kita harus menyesuaikan dengan aturan yang sudah ada di Perpres,” jelasnya.

Cucun juga mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram resminya. Dalam pernyataan tertulis tersebut, ia meminta maaf apabila dinamika diskusi dalam forum sebelumnya dianggap menyinggung profesi ahli gizi.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan profesi apa pun dan berkomitmen mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis.

Potongan video yang viral tersebut sempat memicu reaksi dari tenaga kesehatan, terutama komunitas ahli gizi. Namun klarifikasi dari Wakil Ketua DPR RI ini diharapkan dapat meredakan kesalahpahaman dan mendorong dialog yang lebih konstruktif terkait pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA