Penyakit Ginjal: Penyebab, Gejala, dan Pencegahannya. (alodokter.com)
JAKARTA, Cuitan.id – Penyakit ginjal adalah gangguan yang memengaruhi kemampuan ginjal dalam menyaring racun dari darah. Ginjal, sepasang organ berbentuk kacang di punggung bawah, memiliki fungsi vital untuk menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa tubuh. Gangguan ginjal bisa memicu komplikasi serius, termasuk anemia, gangguan elektrolit, hingga penumpukan racun.
Gagal ginjal kronis – Fungsi ginjal menurun secara bertahap lebih dari 3 bulan, sering akibat hipertensi, diabetes, penyakit autoimun, atau infeksi ginjal.
Gagal ginjal akut – Penurunan fungsi ginjal tiba-tiba karena kekurangan cairan, cedera ginjal, atau sumbatan.
Batu ginjal – Terbentuk akibat penumpukan mineral, sering dipicu penyakit asam urat atau infeksi saluran kemih.
Penyakit ginjal polikistik – Kelainan genetik yang menyebabkan terbentuknya kista di ginjal.
Infeksi ginjal – Disebabkan bakteri, virus, atau jamur, bisa menyebar dari saluran kemih.
Diabetes, hipertensi, penyakit jantung atau hati
Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal
Infeksi saluran kemih berulang
Obesitas
Pola makan tinggi garam dan gula
Kurang minum air putih
Usia lanjut
Penyakit autoimun atau kelainan bentuk ginjal
Berkurangnya volume urine atau perubahan warna urine
Pembengkakan pada tungkai
Nyeri punggung bawah menjalar ke perut atau selangkangan
Kram otot, mual, muntah, kehilangan nafsu makan
Mudah lelah, sesak napas, kulit gatal
Tekanan darah tinggi dan anemia
Gejala dapat muncul tiba-tiba atau bertahap, tergantung jenis penyakit ginjal.
Jika mengalami gejala di atas, pemeriksaan awal penting untuk mencegah komplikasi. Konsultasi rutin juga dianjurkan bagi penderita penyakit risiko tinggi seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit autoimun.
Dokter dapat melakukan:
Tes darah: Mengecek fungsi ginjal dan kadar elektrolit
USG ginjal: Memeriksa struktur ginjal dan adanya kista atau tumor
Tes urine: Mengetahui protein, bakteri, atau darah
Biopsi ginjal: Memeriksa kerusakan sel dan jaringan ginjal
Obat-obatan: Mengontrol tekanan darah, kadar kalium, infeksi, dan nyeri.
Perubahan pola hidup: Diet sehat, banyak minum air, olahraga, berhenti merokok, batasi alkohol.
Prosedur medis:
Penghancuran batu ginjal (lithotripsy)
Cuci darah (dialisis) bagi ginjal yang gagal
Operasi, termasuk transplantasi ginjal
Jika tidak ditangani, dapat menimbulkan hipertensi, edema paru, hiperkalemia, penyakit jantung, kerusakan saraf, sepsis, dan kerusakan ginjal permanen.
Perbanyak minum air putih
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang
Kontrol rutin untuk penyakit penyerta
Berhenti merokok dan batasi alkohol
Jaga berat badan ideal dan olahraga teratur
Hindari konsumsi obat tanpa resep dokter ***
Tidak ada komentar