Pengalaman Mendekati Kematian: Pola Ruang & Out-of-Body

waktu baca 2 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 06:00 59 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Pengalaman Mendekati Kematian (Near-Death Experience/NDE) sering digambarkan dengan cahaya putih terang, sensasi keluar dari tubuh, dan pertemuan dengan entitas kuat. Namun, keterbatasan bahasa membuat pengalaman ini sulit untuk dijelaskan secara lengkap.

Untuk memahami pengalaman ini lebih dalam, para peneliti meminta 50 partisipan untuk menggambar NDE mereka menggunakan pena biru. Tujuannya adalah memetakan “arsitektur” atau geometri ruang yang dialami selama NDE.

Empat Bentuk Ruang NDE

Dari jawaban dan gambar partisipan (meski studi ini belum peer-reviewed), peneliti menemukan empat konfigurasi spasial yang paling umum dalam NDE:

1. A-shape (Bentuk A)

Ruang visual berbentuk kerucut (conical). Peneliti menduga ini terjadi akibat penurunan aliran darah ke otak, yang menyebabkan hilangnya penglihatan tepi, mirip berada dalam terowongan gelap.

2. B-shape dan C-shape (Bentuk B dan C)

Ruang berbentuk lengkungan elips (elliptical arch-shaped spaces). Diperkirakan sebagai ruang transisi selama pengalaman NDE.

3. C5-shape (Bentuk C5)

Ruang tertutup berbentuk elips 360 derajat (ellipsoidal enclosure). Ini adalah fase yang paling imersif, di mana partisipan benar-benar tenggelam dalam pengalaman visual.

Mayoritas partisipan melaporkan bahwa pengalaman mereka bergerak dari A-shape ke C5-shape atau sebaliknya. Para penulis studi menilai pola ini bisa berkaitan dengan urutan defisit visual otak yang terjadi saat mendekati kematian.

Fenomena “Keluar dari Tubuh” (Out-of-Body Experience)

Selain memetakan ruang NDE, penelitian ini juga menyoroti posisi diri partisipan dalam pengalaman tersebut:

  • Awal atau Akhir NDE: Saat pengalaman keluar dari tubuh terjadi, partisipan merasa berada di luar tubuh tetapi secara visual masih terikat dengan tubuh fisik dan lingkungan sekitar.
  • Fase Lainnya: Selama fase NDE lainnya, partisipan tidak menggambarkan tubuh atau lingkungan fisik, menunjukkan adanya pemutusan fenomenologis di mana tubuh dan lingkungan tidak lagi menjadi titik referensi bagi diri mereka.

Artinya, self atau kesadaran mereka hanya dapat ditempatkan secara fisik ketika mereka aktif melihat diri masuk atau meninggalkan tubuh. Setelah sepenuhnya terpisah, self tidak memiliki titik tetap dalam ruang visual.

Hanya 18 dari 50 partisipan yang melaporkan tidak mengalami fenomena keluar dari tubuh, menegaskan bahwa out-of-body experience adalah elemen umum dalam NDE.

Studi ini menunjukkan bahwa NDE tidak hanya soal pengalaman emosional atau spiritual, tetapi juga memiliki struktur spasial tertentu. Pemahaman mengenai bentuk ruang dan posisi diri selama NDE dapat membuka wawasan baru tentang bagaimana otak memproses pengalaman mendekati kematian. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA