Panduan Salat Jamak Qashar. (Freepik/rawpixel.com) Cuitan.id – Salat lima waktu wajib dijalankan setiap Muslim. Namun, Islam memberikan kemudahan bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh (safar) melalui salat jamak dan qashar.
Jamak berarti menggabungkan dua waktu salat dalam satu waktu, sedangkan qashar meringkas salat 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Kemudahan ini bertujuan agar ibadah tetap lancar tanpa memberatkan.
Al-Qur’an menegaskan izin qashar dalam QS An-Nisa ayat 101:
“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar salatmu…”
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menunjukkan beliau sering melakukan jamak dan qashar saat bepergian. Ulama menegaskan praktik ini termasuk sunnah muakkadah bagi musafir.
Jamak Taqdim – Gabungkan dua salat dan kerjakan saat waktu salat pertama (misal: Dzuhur dan Ashar dijalankan saat Dzuhur).
Jamak Takhir – Gabungkan dua salat dan kerjakan saat waktu salat kedua (misal: Dzuhur dan Ashar dijalankan saat Ashar).
Urutan salat tetap harus dijaga sesuai waktunya.
Perjalanan bukan untuk maksiat
Jarak perjalanan minimal sekitar 80–90 km
Tidak berniat menetap lama
Masih berstatus musafir saat salat
Dzuhur–Ashar (Taqdim)
Niat salat Dzuhur jamak taqdim qashar
Salat Dzuhur 2 rakaat → Salam
Lanjut niat salat Ashar → Salat 2 rakaat → Salam
Dzuhur–Ashar (Takhir)
Niat mengakhirkan Dzuhur
Saat Ashar, salat Dzuhur 2 rakaat → Salam
Lanjut salat Ashar 2 rakaat → Salam
Maghrib–Isya (Taqdim)
Salat Maghrib 3 rakaat → Salam
Lanjut Isya 2 rakaat → Salam
Maghrib–Isya (Takhir)
Salat Maghrib 3 rakaat → Salam
Lanjut Isya 2 rakaat → Salam
Tidak boleh ada jeda lama antar salat
Niat di lakukan sejak awal
Qashar hanya berlaku untuk salat 4 rakaat (Dzuhur, Ashar, Isya)
Tetap menjaga urutan salat
Kemudahan ini menunjukkan fleksibilitas Islam dalam beribadah. Rukhsah adalah wujud kasih sayang Allah agar umat tetap konsisten menjalankan salat tanpa merasa terbebani. Dengan memahami tata cara dan syaratnya, salat tetap sah dan berkualitas meski dalam perjalanan. **
Tidak ada komentar