Piagam donor darah 50 kali viral di media sosial. (Foto: TikTok @r.i.d.w.a.n83 dengan izin yang bersangkutan)
Jakarta – Sebuah unggahan di media sosial TikTok viral menunjukkan foto piagam/detik.com) JAKARTA, Cuitan.id – Sebuah unggahan TikTok viral menampilkan Muhammad Ridwan, pria asal Mojokerto, Jawa Timur, yang menerima piagam dan pin penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) setelah melakukan donor darah sebanyak 50 kali. Unggahan ini telah dilihat lebih dari 2 juta kali dan mengundang beragam komentar kagum dari netizen.
Salah satu komentar menulis, “Wah keren, berapa jumlah manusia yang kamu tolong ka. Semoga darahmu yang disalurkan menjadi pahala jariah.” Netizen lain menambahkan, “Wah, pengin banget sampai 50 kali, sekarang saya masih yang kedua,” terinspirasi dari aksi Ridwan.
Ridwan (29) menceritakan awal mula ia mendonor darah saat kelas 2 SMK. Saat itu, PMI menggelar donor darah keliling di sekolahnya, dan ia langsung ikut serta. Sejak saat itu, Ridwan mulai rutin donor darah, hingga kini bisa melakukannya 2-3 bulan sekali.
“Saya percaya donor darah sangat bermanfaat untuk kesehatan dan sebagai bentuk syukur karena Tuhan memberiku kesehatan lebih, mungkin biar bisa berbagi kesehatan dengan orang lain,” kata Ridwan kepada detikcom, Senin (17/11/2025).
Ridwan menambahkan bahwa donor darah memberinya rasa senang dan kepuasan karena apa yang ia lakukan bermanfaat bagi banyak orang. Kebiasaan ini pun kini menjadi rutinitas yang tak bisa dipisahkan dari hidupnya.
Hingga saat ini, Ridwan telah melakukan 59 kali donor darah, masing-masing menyumbangkan sekitar 350 cc. Jika dihitung, total darah yang telah ia sumbangkan mencapai 20,65 liter, jumlah yang cukup untuk menyelamatkan ratusan nyawa.
“Senang unggahannya mendapat perhatian publik, terutama bisa menjadi inspirasi banyak orang,” ungkap Ridwan.
Meski donor darah dilakukan atas dasar kemanusiaan, Ridwan menyoroti kurangnya apresiasi bagi para pendonor. Ia berharap ada sedikit bantuan dana untuk transportasi atau konsumsi, terutama bagi donor yang sudah aktif berkali-kali.
“Tidak banyak, yang penting bisa dimanfaatkan secara langsung. Permintaan darah sekarang sangat banyak, tetapi antusiasme masyarakat masih kurang. Pendonor aktif seperti kami seharusnya lebih diperhatikan,” jelasnya.
Kisah Muhammad Ridwan menunjukkan betapa donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun inspirasi dan kepedulian sosial. Konsistensi dan niat baiknya menjadi contoh bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. ***
Tidak ada komentar