MUA Viral Dea Lipa Ungkap Identitas Asli sebagai Pria, Ini Faktanya

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Nov 2025 08:00 64 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id — Publik tengah ramai membicarakan sosok Make Up Artist (MUA) yang dikenal dengan julukan “Sister Hong Lombok” atau akrab disapa Dea Lipa. Setelah sempat viral di media sosial, terungkap bahwa Dea Lipa merupakan seorang pria bernama Deni Apriadi Rahman.

Dalam keterangan resminya, Deni akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan klarifikasi terkait identitas dirinya. Pengakuan tersebut sekaligus membuka cerita mengenai perjalanan hidup serta alasan di balik penampilan femininnya.

1. Akui Identitas Asli sebagai Pria

Dalam konferensi pers di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Deni secara terbuka menyatakan bahwa dirinya adalah pria. Ia menjelaskan bahwa gaya penampilannya selama ini merupakan bentuk ekspresi diri.

“Itu adalah bentuk ekspresi diri saya yang lahir dari kekaguman,” ujar Deni saat konferensi pers, Sabtu (15/11/2025).

Deni juga mengakui bahwa penampilannya kerap disalahartikan karena pernah memakai hijab yang dianggapnya sebagai simbol kecantikan.

2. Berjanji Tidak Akan Mengenakan Hijab Lagi

Setelah identitasnya menjadi sorotan publik, Deni menegaskan bahwa ia tidak akan lagi mengenakan hijab seperti sebelumnya.

“Saya saat ini sudah melepas hijab. Saya tidak akan menggunakannya lagi,” kata Deni.

Ia mengaku bahwa penggunaan hijab saat itu merupakan ekspresi pribadi, namun kini memilih untuk menghentikannya demi menghindari kesalahpahaman di masyarakat.

3. Keluarga Sampaikan Permintaan Maaf

Kisruh yang terjadi di media sosial membuat keluarga Deni turut angkat bicara. Melalui bibinya, Maya, keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

“Kami minta maaf atas kegaduhan yang tidak pernah kami duga terjadi melalui media sosial,” ujar Maya.

Ia menambahkan bahwa keluarga sebenarnya sudah memberikan banyak nasihat kepada Deni sejak awal ia memilih berpenampilan seperti perempuan.

4. Kisah Masa Kecil: Tinggal dengan Nenek dan Mengalami Keterbatasan Pendengaran

Deni juga mengungkap latar belakang kehidupannya. Sejak kecil ia tinggal dengan nenek karena kedua orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Selain itu, Deni mengidap gangguan pendengaran sejak lahir. Kondisinya bertambah parah setelah mengalami kecelakaan pada usia sekitar 10 tahun.

“Sejak kecil saya hidup dengan keterbatasan pendengaran, yang semakin memburuk setelah kecelakaan,” ungkapnya.

5. Pernah Jadi Korban Bullying dan Hanya Tamat SD

Keterbatasan fisik dan kondisi keluarga membuat Deni kerap menjadi korban bullying saat sekolah. Situasi ini semakin berat ketika nenek yang merawatnya meninggal saat ia duduk di kelas 6 SD.

Karena tidak ada dukungan yang cukup, ia harus berhenti sekolah dan hanya menamatkan pendidikan sampai jenjang Sekolah Dasar.

“Saya mengalami perundungan dan tidak memiliki cukup dukungan untuk melanjutkan sekolah,” ungkapnya.

Meski demikian, Deni kemudian belajar bertahan hidup secara mandiri. Ia mengasah keterampilannya sebagai MUA secara otodidak hingga akhirnya dikenal luas oleh masyarakat.

Klarifikasi yang disampaikan Deni Apriadi Rahman menjadi jawaban atas perbincangan publik yang selama ini memenuhi media sosial. Meski perjalanan hidupnya tidak mudah, Deni memilih bersikap terbuka dan berharap polemik mengenai identitasnya dapat segera mereda. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA