Mentan: Stop Pungli Alsintan, Semua Bantuan Gratis untuk Petani

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 10:00 325 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah diberikan secara gratis kepada petani. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya oknum yang memanfaatkan program tersebut untuk meraup keuntungan pribadi.

Berdasarkan hasil pemetaan dan laporan masyarakat, Kementerian Pertanian menemukan 31 kasus penyimpangan dalam distribusi alsintan. Modus pelanggaran meliputi pungutan liar (pungli), permintaan fee, hingga kewajiban membayar sebelum traktor atau mesin pertanian diberikan kepada kelompok tani.

“Dari ribuan bantuan alsintan yang kami salurkan, kami dapat laporan masih ada 31 kasus bermasalah. Ada pungutan, ada yang minta fee, bahkan ada yang mewajibkan bayar dulu baru traktor diterima. Padahal semua bantuan itu gratis untuk petani,” tegas Mentan Andi Amran.

Amran menekankan bahwa seluruh kasus tersebut sudah diserahkan ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti tanpa kompromi.

“Yang 31 kasus ini kami langsung kirim ke penegak hukum setempat. Kalau terbukti pidana, ya dipidanakan. Kami juga akan cek langsung ke lapangan,” jelasnya.

Menurut Mentan, praktik penyimpangan bantuan alsintan bukan hal baru. Modusnya cenderung berulang, terutama pada bantuan yang dikirim dari pemerintah pusat. Oknum memanfaatkan ketidaktahuan petani dengan dalih biaya administrasi hingga kewajiban membayar sejumlah uang agar bantuan bisa dicairkan.

“Biasanya bantuan dari pusat, tapi dipungut biaya. Ada yang meminta fee, ada juga yang mewajibkan bayar sebelum alsintan diterima. Itu tidak boleh terjadi. Bantuan itu gratis untuk petani,” tegas Amran.

Mentan mengimbau seluruh petani dan kelompok tani agar tidak segan melaporkan jika menemukan pungutan liar atau penyimpangan dalam proses penyaluran bantuan pertanian. Kementan telah membuka kanal pengaduan khusus yang aktif menindak setiap laporan masyarakat.

“Sejak saya menjadi menteri, pengaduan langsung kami buka dan sampai sekarang tetap berjalan. Kalau ada pungutan, laporkan saja ke nomor yang sudah kami sampaikan,” ujarnya.

Amran juga mengungkapkan bahwa pengawasan bantuan semakin diperketat, terutama setelah pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen dan menyalurkan bantuan alsintan bernilai triliunan rupiah ke seluruh daerah.

“Kita harus kontrol ketat, jangan sampai ada yang bermain. Alhamdulillah, sekarang ada PPL (penyuluh pertanian lapangan) yang dikendalikan langsung di daerah, sehingga lebih mudah mengawasi dan mencegah penyimpangan,” tutup Amran.

Dengan langkah tegas tersebut, Kementerian Pertanian memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan petani, tanpa pungutan, tanpa permainan, dan tanpa celah untuk oknum. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA