Manfaat dan Risiko Petai. Foto: Ilustrasi petai (Getty Images/iStockphoto/JOKO SL) JAKARTA, Cuitan.id – Petai (Pakia speciosa) adalah tanaman asli Asia Tenggara yang dikenal dengan aroma khasnya. Selain dijadikan lalapan, petai juga sering dipadukan dalam berbagai masakan. Tanaman ini mengandung mineral, vitamin, polifenol, fitosterol, dan flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan.
Namun, konsumsi petai dalam jumlah berlebihan dapat berdampak buruk pada ginjal.
dr Inggrid Tania, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), menyarankan masyarakat untuk tidak mengonsumsi petai secara berlebihan setiap hari.
“Bisa picu kerusakan ginjal kalau makan petai setiap hari dan berlebihan. Kalau hanya sekali-kali berlebihan, misalnya di satu hari, efeknya biasanya hanya kembung atau banyak gas,” jelasnya.
Batas aman konsumsi petai menurut dr Inggrid adalah maksimal tiga sendok makan penuh per hari. Jika ingin lebih sering, cukup konsumsi seminggu tiga kali, sehingga risiko kerusakan ginjal dapat dihindari.
Jika dikonsumsi dalam batas wajar, petai justru bermanfaat bagi pengidap diabetes. Kandungan antioksidan, polifenol, dan zat aktif dalam petai membantu tubuh mengatur kadar gula darah, termasuk melalui mekanisme penurunan enzim alfa-glukosidase.
Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada petai juga mendukung kesehatan sistem pencernaan dan memperlancar metabolisme.
“Petai kaya serat, membantu memperlancar sistem pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan,” tambah dr Inggrid.
Dengan konsumsi yang tepat, petai bisa menjadi tambahan sehat dalam menu harian, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan setiap hari. ***
Tidak ada komentar