Makna Bulan Rajab dan Doa Menyambut Awal Rajab yang Dianjurkan Rasulullah

waktu baca 2 menit
Minggu, 21 Des 2025 21:00 48 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Bulan Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah yang dinantikan oleh umat Islam. Rajab termasuk dalam empat bulan haram (bulan mulia) yang diagungkan oleh Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh selama bulan Rajab, seperti berdoa, berpuasa sunnah, memperbaiki ibadah, serta menjauhi perbuatan maksiat. Salah satu amalan yang dikenal luas adalah membaca doa ketika menyambut datangnya bulan Rajab atau saat melihat hilal pertama.

Sejarah dan Makna Bulan Rajab

Dalam Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah karya Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, kata Rajab secara bahasa berasal dari ungkapan rajaba ar-rajulu rajaban yang bermakna memuliakan dan mengagungkan.

Sejak masa jahiliyah, bulan Rajab telah diagungkan. Pada masa itu, masyarakat Arab dilarang melakukan peperangan sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan ini.

Kemuliaan empat bulan haram ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 36, yang menjelaskan bahwa dalam setahun terdapat dua belas bulan dan di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Umat Islam diperintahkan untuk tidak menzalimi diri sendiri pada bulan-bulan tersebut dan meningkatkan ketakwaan.

Riwayat dari Ibnu Abi Syaibah juga menyebutkan bahwa Umar bin Khattab pernah mengingatkan masyarakat agar tidak berlebih-lebihan dalam mengagungkan Rajab sebagaimana tradisi jahiliyah, namun tetap menghormatinya sesuai tuntunan Islam.

Doa Menyambut Malam 1 Rajab

Dalam kitab Mafatih al-Jinan yang dikutip dalam buku Hikmah Bulan Rajab dan Sya’ban, disebutkan bahwa Rasulullah SAW membaca doa ketika menyambut datangnya bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ

Artinya:
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.”

Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari Anas bin Malik dan dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.

Catatan Ulama tentang Hadits Doa Awal Rajab

Sebagian ulama hadits menilai bahwa riwayat doa awal Rajab memiliki kelemahan sanad. Beberapa perawi dalam hadits tersebut dinilai tidak kuat oleh sebagian ahli hadits, sehingga statusnya diperselisihkan.

Meski demikian, banyak ulama membolehkan pengamalan doa ini dalam konteks fadhailul a’mal (keutamaan amal), selama tidak diyakini sebagai kewajiban dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Bulan Rajab merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menuju Ramadan. Dengan memperbanyak doa, memperbaiki ibadah, serta meningkatkan ketakwaan, Rajab dapat menjadi awal perubahan spiritual yang lebih baik.

Mengisi bulan Rajab dengan amalan positif sesuai tuntunan agama adalah bentuk penghormatan terhadap bulan mulia yang telah diagungkan sejak dahulu. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA