Kumpulan Doa Para Nabi yang Mustajab untuk Menghadapi Kesulitan Hidup. Cuitan.id – Takdir merupakan ketentuan Allah SWT yang telah ditetapkan sejak sebelum manusia dilahirkan. Namun dalam Islam, doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang dapat mengiringi takdir tersebut. Sejarah para nabi membuktikan bahwa doa memiliki kekuatan besar ketika diiringi keimanan dan ketakwaan.
Dalam Al-Qur’an dan hadis, tercatat berbagai doa yang dipanjatkan para nabi saat menghadapi ujian berat. Mulai dari Nabi Hud AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Nuh AS, hingga Nabi Yusuf AS, semuanya berserah diri kepada Allah SWT melalui doa. Hingga kini, doa-doa tersebut masih relevan dan diamalkan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam artikel kali ini, akan dibahas beberapa doa-doa para nabi yang mustajab dan bisa diaplikasikan oleh umat Muslim hingga saat ini. Selengkapnya, cek disini!
Nabi Hud AS merupakan nabi yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan wahyu kepada para kaum Ad yang saat itu menyembah berhala. Selama dakwahnya, Nabi Hud kerap mendapatkan ancaman dan teror sebagai bentuk perlawanan dari kaum Ad.
Semakin hari, perlawanan dari kaum Ad semakin menjadi-jadi. Doa demi doa pun beliau panjatkan kepada Sang Kuasa demi mendapatkan pertolongannya. Lebih lengkap, doa yang dipanjatkan Nabi Hud AS pada Allah ta’ala adalah sebagai berikut:

Doa pertama yang dipanjatkan Nabi Hud AS saat meminta pertolongan pada Allah tertulis dalam Q.S Al Mu’minum ayat 39. Dalam doanya, Nabi Hud memanjatkan:
رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ
Adapun arti dari ayat ini adalah Nabi Hud AS dengan segala kerendahan hatinya meminta pertolongan Allah SWT karena telah didustakan oleh kaumnya. Selanjutnya, atas izin Allah SWT, azab kepada kaum Ad pun turun secara bertahap.
Dari doa Nabi Hud AS ini, umat Muslim bisa belajar bahwa segala sesuatu yang buruk sudah pasti akan mendapatkan balasan atau azab dari Allah SWT. Jadi, jika saat ini merasa sedang dijahati, tidak ada salahnya mengamalkan doa tersebut untuk mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.

Selama perjuangan meyakinkan kaumnya, rintangan yang dialami Nabi Hud AS cukup berat. Inilah yang membuatnya kerap memanjatkan doa untuk tetap bertawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT. Doa ini ada di Q.S Hud ayat 56 yang berbunyi:
إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dari terjemahan ayat tersebut, bisa dipastikan bahwa semua yang terjadi di langit dan bumi ini berada di tangan Yang Maha Kuasa, Allah Ta’ala. Dari situ, semua bisa belajar bahwa hanya Allah-lah yang mampu memberikan pertolongan hingga perlindungan saat semua orang mengalami kesulitan.

Siapa yang tidak tahu Nabi Ibrahim AS. Dalam Al-Quran, beliau memiliki julukan Abu al-Anbiya atau yang bisa disebut sebagai bapak para nabi. Hal ini bukan tanpa alasan karena setidaknya ada 19 Nabi yang masih masuk ke dalam garis keturunan Nabi Ibrahim AS.
Dua diantaranya adalah Nabi Ismail AS dan Ishaq AS. “Keberhasilan” Nabi Ibrahim AS dalam mendidik anak ini juga ternyata juga disebabkan karena memanjatkan doa pada Allah SWT. Hal inilah yang membuat keturunan-keturunannya pun juga berada di jalan Allah SWT.
Adapun doa-doanya adalah sebagai berikut:
Dalam Q.S Ibrahim ayat 35, disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS senantiasa berdoa agar anak, cucu dan keturunannya dijauhkan dari menyembah berhala dan selalu menyembah Allah SWT. Adapun doanya adalah sebagai berikut:
رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ ..
Tidak hanya itu saja, Nabi Ibrahim AS juga kerap memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kelak anak-cucunya rajin beribadah kepada Allah SWT. Doa ini di dalam Al-Quran QS Ibrahim ayat 40 yang berbunyi:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

Mirip dengan kisah asal mula bagaimana doa Nabi Hud AS dipanjatkan, Nabi Nuh AS juga sempat berserah diri kepada Allah SWT karena sikap kaumnya (Bani Rasib) yang sudah benar-benar ingkar. Karena itu, Nabi Nuh AS pun sempat mengalami kesulitan yang sangat dalam.
Tidak lama larut dalam kesulitan, beliau pun segera meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa dengan memanjatkan doa.
Karena segala ucapan Nabi Nuh AS sama sekali tidak didengarkan oleh kaum Bani Rasib, maka beliau pun memohon pertolongan Allah SWT seperti yang disebut pada Q.S Al Mukminun ayat 26. Dalam ayat tersebit, Nabi Nuh AS disebutkan memanjatkan doa berikut:
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى بِمَا كَذَّبُونِ
Setelah itu, Allah SWT pun memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat perahu besar dan membawa seluruh umat yang beriman ke dalam perahu. Tak diduga, Allah SWT pun menurunkan azab berupa banjir bandang dahsyat yang membinasakan umat Nabi Nuh AS yang tidak beriman.
Setelah selamat dari bencana besar banjir bandang, perahu Nabi Nuh dan umatnya pun berlayar tidak terarah. Saat itu, Nabi Nuh AS pun memanjatkan doa meminta kepada Allah SWT untuk menempatkan ia dan umatnya di tempat yang jauh lebih baik.
Adapun doa yang dipanjatkan ada di QS Al Mukminun ayat 26:
وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِى مُنزَلًا مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ
Hingga kini, doa ini bisa diaplikasikan umat Muslim agar selalu diberkahi saat datang atau mulai tinggal di tempat baru.

Di dalam Al-Quran diketahui bahwa Nabi Yusuf AS adalah salah satu utusan Allah SWT yang memiliki wajah sangat tampan. Karena ketampanan inilah, Nabi Yusuf AS kerap mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan dari orang sekitarnya. Untuk itu doa-doa pun ia panjatkan pada Allah SWT.
Dalam kisahnya disebutkan bahwa Nabi Yusuf AS pernah mendapatkan ajakan untuk berbuat sesat dari istri seorang saudagar kaya di Mesir. Meski demikian, beliau tidak terpedaya karena telah berhasil meneguhkan imannya dengan memanjatkan doa yang ada di QS Yusuf ayat ke 33:
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚوَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
Jadi, jika kebetulan berada di keadaan yang sama, memanjatkan doa ini bisa dilakukan untuk mendapatkan keteguhan dan perlindungan Allah SWT dari maksiat hingga ajakan sesat.
Untuk mendapatkan wajah yang tampan dan bercahaya seperti Nabi Yusuf AS, ada doa yang dipanjatkan, seperti
الَّلهُمَّ جَئَلْنِى نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَ اَنِى يُحِبُّنِي مَحَبَّتَنْي
Meski tidak ada di dalam Al-Quran, doa tersebut bisa dilantunkan sehari-hari. Adapun makna dari doa tersebut adalah harapan Allah SWT menjadikan wajah bersinar sebagaimana Nabi Yusuf AS. Jadi, tidak ada salahnya untuk dipanjatkan sehari-hari.
Doa-doa para nabi menjadi bukti bahwa dalam setiap ujian, selalu ada jalan mendekat kepada Allah SWT. Meski takdir telah ditetapkan, doa adalah bentuk usaha dan tawakal yang diajarkan Islam. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap kepada-Nya. ***
Tidak ada komentar