Ilustrasi orang sedang mengerjakan shalat dhuha(Google Gemini AI/Agus Susanto) JAKARTA, Cuitan.id – Waktu pagi merupakan waktu yang penuh keberkahan. Islam menganjurkan umatnya untuk mengisi pagi hari dengan berbagai amalan bernilai ibadah, seperti bekerja dengan niat ibadah, bersedekah, serta melaksanakan sholat sunnah Dhuha.
Rentang waktu antara sholat Subuh hingga Dzuhur cukup panjang. Dalam waktu inilah Allah SWT menganjurkan hamba-Nya untuk mendekatkan diri melalui sholat Dhuha, salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan.
Sholat Dhuha juga dikenal sebagai sholat awwabin, yaitu sholat bagi orang-orang yang senantiasa bertaubat dan kembali kepada Allah SWT.
Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah naik setinggi tombak, sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, dan berakhir menjelang waktu Dzuhur, sekitar 15–20 menit sebelum Dzuhur.
Secara umum, waktu aman melaksanakan sholat Dhuha berada pada rentang pukul 07.00 hingga 11.00.
Waktu terbaik sholat Dhuha adalah ketika matahari mulai terasa panas, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sholat awwabin dilakukan ketika anak unta mulai kepanasan.”
(HR. Muslim)
Waktu ini diperkirakan sekitar pukul 09.00–11.00 WIB.
Niat sholat Dhuha dibaca sebelum sholat untuk membedakan dengan ibadah lainnya.
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Usholli sunnatadh dhuhaa rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.
Artinya:
Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Sholat Dhuha dikerjakan minimal dua rakaat, dan maksimal tidak dibatasi selama masih dalam waktu Dhuha.
Sholat dilakukan dengan dua rakaat satu salam, seperti sholat sunnah pada umumnya:
Niat dan takbiratul ihram
Membaca doa iftitah
Membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an
Ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud
Sujud kedua
Tasyahud akhir dan salam
Tidak ada surat khusus, namun banyak ulama menganjurkan membaca Surat Adh-Dhuha dan Asy-Syams.
Doa yang sering diamalkan setelah sholat Dhuha berisi permohonan rezeki dan kemudahan hidup.
Artinya:
“Ya Allah, jika rezekiku berada di langit maka turunkanlah, jika berada di bumi maka keluarkanlah. Jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, dan jika jauh maka dekatkanlah.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang shahih:
“Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
(HR. Bukhari)
Berikut beberapa keutamaan sholat Dhuha berdasarkan hadits Nabi SAW:
Allah SWT menjanjikan kecukupan bagi orang yang menjaga sholat Dhuha.
Dua rakaat sholat Dhuha dapat menggantikan sedekah seluruh persendian tubuh.
Dosa-dosa akan diampuni meski sebanyak buih di lautan bagi yang istiqamah mengerjakannya.
Bagi yang mengerjakan sholat Dhuha hingga 12 rakaat, Allah akan membangunkan istana di surga.
Rasulullah SAW menyebut sholat Dhuha lebih utama dibandingkan keuntungan duniawi.
Sholat Dhuha yang dikerjakan dengan niat ikhlas bernilai pahala seperti umrah.
Orang yang rutin menjaga sholat Dhuha digolongkan sebagai hamba yang kembali kepada Allah SWT.
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Selain sebagai pengisi waktu pagi yang penuh berkah, sholat ini juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, membuka pintu rezeki, serta meraih ampunan dosa.
Dengan istiqamah melaksanakan sholat Dhuha, seorang muslim diharapkan menjadi pribadi yang lebih tenang, bersyukur, dan selalu bergantung kepada Allah SWT. ***
Tidak ada komentar