Foto: Getty Images/saifulasmee chede JAKARTA, Cuitan.id – Peneliti University of California menemukan bahwa beberapa kebiasaan sederhana dapat membuat otak tetap awet muda hingga 8 tahun lebih muda. Kuncinya adalah tidur yang berkualitas, kemampuan mengelola stres dengan baik, dan memiliki kehidupan sosial yang aktif.
Studi ini melibatkan 128 orang dewasa paruh baya hingga lanjut usia dari empat benua, dengan sebagian besar peserta perempuan dan banyak yang mengalami nyeri kronis. Para peserta menjalani pemeriksaan MRI untuk memperkirakan usia otak mereka, yang kemudian dibandingkan dengan usia biologis.
Hasil penelitian menunjukkan peserta dengan kombinasi gaya hidup sehat dan kondisi psikologis positif memiliki otak yang tampak lebih muda hingga 8 tahun dibanding usia mereka. Sebaliknya, peserta yang mengalami kesulitan hidup seperti nyeri kronis, pendapatan rendah, pendidikan rendah, atau masalah sosial, cenderung memiliki otak yang terlihat lebih tua.
Meski begitu, para peneliti menekankan bahwa gaya hidup positif dapat mengatasi efek kesulitan hidup yang memicu penuaan otak. Kebiasaan merokok dan berat badan tidak sehat juga terbukti mempercepat penuaan otak.
“Perilaku yang mendukung kesehatan tidak hanya menurunkan nyeri dan meningkatkan fungsi fisik, tetapi juga memperkuat kesehatan otak secara signifikan,” ujar Kimberly Sibille, peneliti utama, dikutip dari Daily Mail.
Penelitian ini menegaskan pentingnya kesehatan mental dan pilihan gaya hidup dalam menjaga otak tetap muda, bahkan pada orang yang hidup dengan nyeri kronis atau kondisi kesehatan jangka panjang.
Selain itu, penelitian terpisah menunjukkan bahwa kepribadian juga memengaruhi panjang umur. Studi dari University of Limerick menganalisis lebih dari setengah juta orang dan menemukan bahwa sifat disiplin dan teratur (conscientiousness) terkait dengan risiko kematian 10% lebih rendah, sementara neurotisisme, atau mudah cemas, meningkatkan risiko kematian 3%. Ekstroversi juga membantu mengurangi risiko kematian sebesar 3%.
“Cara kita berpikir, merasakan, dan berperilaku tidak hanya memengaruhi kepuasan hidup, tetapi juga seberapa panjang usia kita,” kata Dr Máire McGeehan, profesor madya yang memimpin studi. ***
Tidak ada komentar