Ilustrasi puasa (Foto: Freepik) JAKARTA, Cuitan.id – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam karena termasuk ke dalam asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang banyak dikerjakan adalah puasa sunnah Rajab. Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal puasa Rajab 2025, niat, tata cara, serta keutamaannya.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada:
Minggu, 21 Desember 2025
Bulan Rajab berlangsung hingga 19 Januari 2026
Sejumlah ulama menganjurkan puasa pada tiga hari pertama bulan Rajab, yaitu tanggal 1, 2, dan 3 Rajab, meskipun puasa ini bersifat sunnah.
Jadwal puasa awal Rajab 2025:
Minggu, 21 Desember 2025: Puasa 1 Rajab
Senin, 22 Desember 2025: Puasa 2 Rajab (bertepatan dengan puasa Senin)
Selasa, 23 Desember 2025: Puasa 3 Rajab
Selain itu, puasa Rajab dapat dikombinasikan dengan puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, atau puasa Daud.
Niat puasa Rajab dilakukan di dalam hati. Berikut lafal niat yang umum digunakan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma syahri Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta‘ala.”
Niat dapat dilakukan sebelum fajar. Namun, jika lupa, niat masih sah hingga sebelum waktu zuhur selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Secara umum, tata cara puasa Rajab sama dengan puasa sunnah lainnya, yaitu:
Berniat puasa
Melaksanakan sahur (sangat dianjurkan)
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga maghrib
Menyegerakan berbuka puasa
Agar pahala semakin optimal, dianjurkan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, doa, dan sedekah.
Beberapa riwayat menyebutkan keutamaan puasa di bulan Rajab, antara lain:
Mendapat pahala besar
Termasuk ibadah di bulan mulia
Menjadi sarana meningkatkan ketakwaan
Namun, perlu diketahui bahwa sebagian hadis yang menyebutkan keutamaan khusus puasa Rajab dinilai lemah (dhaif) oleh para ulama. Oleh karena itu, puasa Rajab tetap diniatkan sebagai puasa sunnah umum, sebagaimana puasa sunnah lain yang dianjurkan dalam hadis shahih.
Puasa sunnah yang memiliki dasar kuat antara lain:
Puasa Senin dan Kamis
Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Daud
Puasa Rajab merupakan amalan sunnah yang dapat menjadi momentum memperbaiki kualitas ibadah sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya. Selama dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar, puasa ini dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Wallahu a‘lam. ***
Tidak ada komentar