Ilustrasi berat badan. Dokter olahraga RSPI menjelaskan kesalahan pola makan saat berbuka yang sering memicu kenaikan berat badan selama Ramadhan.(Shutterstock/Rostislav_Sedlacek) Cuitan.id – Banyak orang yang berharap berat badan akan turun saat Ramadhan. Namun kenyataannya, angka pada timbangan malah terjadi kenaikan. Masalahnya malah bukan pada puasanya, melainkan pada pola makan saat berbuka puasa.
Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Risky Dwi Rahayu, M.Gizi, Sp.K.O, menjelaskan bahwa lonjakan berat badan sering terjadi karena asupan kalori berlebih dalam waktu singkat.
Berikut lima kesalahan yang sering terjadi saat buka puasa:
1. Kebanyakan Makanan dan Minuman Manis
Sirup, kolak, dan camilan tinggi gula memang menggoda. Karbohidrat sederhana cepat menaikkan gula darah, tetapi juga cepat membuat lapar kembali. Akibatnya, Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh.
2. Terlalu Sering Makan Gorengan
Gorengan hampir selalu hadir di meja berbuka. Proses menggoreng menambah kalori karena minyak yang terserap ke dalam makanan. Jika dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar, kalori mudah menumpuk.
3. Porsi Langsung Besar
Rasa lapar seharian sering membuat orang makan berlebihan saat azan Maghrib berkumandang. Tubuh menerima energi dalam jumlah besar sekaligus. Tanpa aktivitas fisik yang cukup, tubuh menyimpan kelebihan energi sebagai lemak.
4. Komposisi Gizi Tidak Seimbang
Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat, tetapi pilih jenis kompleks agar kenyang lebih lama. Tambahkan protein dan serat untuk menjaga energi tetap stabil. Atur porsi secara seimbang, bukan menghilangkan salah satu zat gizi.
5. Minim Aktivitas Fisik
Puasa bukan alasan berhenti bergerak. Olahraga ringan hingga sedang tetap membantu menjaga kebugaran dan membakar kalori. Jika Anda jarang bergerak, kalori lebih mudah berubah menjadi lemak.
Kenaikan berat badan saat puasa biasanya terjadi karena kebiasaan berbuka yang kurang terkontrol. Kurangi gula berlebih, batasi gorengan, atur porsi, perhatikan gizi seimbang, dan tetap aktif bergerak. Dengan pola yang tepat, Ramadhan bisa tetap sehat tanpa tambahan lemak berlebih. **
Tidak ada komentar