Honorer Dapat Perhatian Khusus, Anggaran Rp14,1 Triliun Disiapkan

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Mar 2026 09:00 3 admincuitan

Cuitan.id – Kabar baik datang untuk para guru di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan anggaran besar pada 2026 untuk meningkatkan kesejahteraan guru, baik ASN maupun honorer.

Mengutip laporan JPNN edisi 2 Maret 2026, Sekjen Kemendikdasmen, Suharti, menyebut pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp14,1 triliun. Anggaran ini menyasar berbagai program tunjangan dan dukungan penghasilan guru di seluruh daerah.

Rp11,58 Triliun untuk Guru Honorer

Porsi terbesar anggaran 2026 tertuju pada guru honorer atau non-ASN. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp11,58 triliun khusus untuk kelompok ini.

Selain itu, tersedia tambahan sekitar Rp723,5 miliar untuk Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi honorer yang memenuhi syarat. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan guru non-ASN yang selama ini menghadapi keterbatasan penghasilan dan ketidakpastian status.

Dengan dukungan dana tersebut, guru honorer berpeluang menerima peningkatan penghasilan yang lebih signifikan pada 2026.

ASN Tetap Dapat Tunjangan Profesi

Guru ASN juga tetap menjadi prioritas. Pemerintah menganggarkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG), serta tambahan penghasilan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.

Program ini menjaga motivasi, meningkatkan kualitas pengajaran, dan memperkuat standar kesejahteraan tenaga pendidik.

Fokus Jangka Panjang Pendidikan

Kemendikdasmen tidak hanya mengejar peningkatan finansial. Pemerintah juga menempatkan kebijakan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat mutu pendidikan nasional.

Guru memegang peran penting sebagai ujung tombak pembelajaran. Saat kesejahteraan meningkat, guru bisa lebih fokus mengembangkan metode belajar, membimbing siswa, dan meningkatkan kualitas sekolah.

Dampak Nasional pada 2026

Kebijakan ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta yang memenuhi ketentuan. Jika realisasi berjalan sesuai rencana, anggaran Rp14,1 triliun ini akan menjadi salah satu kebijakan pendidikan terbesar pada 2026.

Harapannya jelas: kesejahteraan guru naik, kualitas pendidikan Indonesia ikut terdongkrak. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA