Hesti Haris Raih Penghargaan Bunda PAUD Nasional 2025

waktu baca 4 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 08:00 275 admincuitan

JAMBI, Cuitan.id – Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hesti Haris, resmi meraih Penghargaan Bunda PAUD Kategori Peduli PAUD Tahun 2025 dalam Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Rabu (13/11/2025).

Acara yang mengusung tema “Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat” tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada para Bunda PAUD dari seluruh Indonesia yang telah menunjukkan inovasi, kepemimpinan, serta dedikasi dalam penguatan layanan pendidikan anak usia dini.

Penghargaan nasional ini menjadi bukti pengakuan atas peran aktif Hesti Haris dalam membangun ekosistem PAUD yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jambi. Ia dikenal sebagai figur yang konsisten turun ke lapangan, berdialog dengan guru, orang tua, serta masyarakat di seluruh pelosok daerah.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai program inovatif berhasil dijalankan. Salah satunya Program Penguatan Layanan PAUD Holistik Integratif, yang menekankan layanan terpadu meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak. Kolaborasi lintas sektor pun terus diperkuat melalui sinergi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, TP PKK, serta lembaga masyarakat.

Hesti Haris juga menjadi tokoh sentral dalam mendorong kampanye nasional “Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan”. Ia aktif mengedukasi masyarakat bahwa pembelajaran di usia dini harus menekankan karakter, kreativitas, dan kebahagiaan bukan sekadar akademik.

Kampanye tersebut diwujudkan melalui berbagai program seperti: lokakarya guru PAUD, forum koordinasi Bunda PAUD kabupaten/kota, Parenting Class di desa-desa, hingga kunjungan langsung untuk memperkuat peran Bunda PAUD di daerah.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian publik adalah Gerakan Menyapa Desa, termasuk kunjungan rutin ke komunitas Suku Anak Dalam (SAD). Melalui inisiatif ini, Hesti Haris memberikan pendampingan kepada guru PAUD dan menyalurkan sarana pembelajaran sederhana untuk anak-anak di daerah terpencil.

Upaya tersebut berdampak signifikan, ditandai dengan meningkatnya partisipasi masyarakat serta memperluas akses layanan PAUD berkualitas di wilayah pedesaan.

Setelah menerima penghargaan, Hesti Haris mengucapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi memajukan PAUD di Provinsi Jambi.

“Penghargaan ini untuk seluruh Bunda PAUD, tenaga pendidik, dan masyarakat Jambi yang bekerja dengan hati demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha dan lembaga sosial, agar setiap anak Jambi mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan menyenangkan.

“Tidak boleh ada anak Jambi yang tertinggal dari PAUD. Dari desa hingga kota, semua anak harus mendapat kesempatan belajar dengan bahagia,” tegasnya.

Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 dihadiri oleh Istri Wakil Presiden RI Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, jajaran kementerian/lembaga, serta organisasi mitra seperti SERUNI Kabinet Merah Putih dan Dharma Wanita Persatuan.

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PAUD menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda peningkatan SDM melalui Wajib Belajar 13 Tahun.

“Pendidikan anak usia dini adalah tahapan penting yang menentukan masa depan bangsa. Anak yang bersekolah di PAUD memiliki kesiapan belajar lebih baik,” ujar Mu’ti.

Selvi Gibran turut menyampaikan apresiasi atas ketulusan para Bunda PAUD dalam mendidik generasi masa depan.

Sebanyak 42 Bunda PAUD dari seluruh Indonesia menerima penghargaan dalam berbagai kategori. Beragam inovasi daerah juga dipamerkan, di antaranya:

  • Kuliah Gratis Guru PAUD, Germisu, dan TERASKU dari Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara.
  • GPS JEMPOL (Gerakan Pentingnya Sekolah Jemput Peluang) dari Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Inovasi tersebut selaras dengan peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 5–6 tahun yang pada 2024 telah mencapai 74,15 persen menurut BPS.

Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah menjadi prioritas pemerintah dalam memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun mendapatkan layanan PAUD bermutu sebelum masuk SD. Masa prasekolah disebut sebagai periode emas perkembangan kognitif, sosial, dan karakter anak.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar di sektor pendidikan pada RAPBN 2026, termasuk Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.

Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini. Penghargaan ini juga menjadi bukti bahwa peran Bunda PAUD sangat strategis dalam membentuk generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA