Guru SMK di Jambi Laporkan Dugaan Pengeroyokan Siswa ke Polda

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 16:00 41 admincuitan

JAKARTA, Cuitan.id Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, bernama Agus Saputra, resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jambi. Laporan tersebut dibuat setelah insiden keributan antara dirinya dan sejumlah siswa menjadi viral di media sosial.

Didampingi kakak kandungnya, Nasir, Agus mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jambi pada Kamis (15/1/2026) malam. Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih lima jam oleh penyidik.

“Kami membuat laporan terkait dugaan pengeroyokan. Kondisi adik saya masih merasakan pusing. Proses pemeriksaan dimulai sejak sore dan baru selesai malam hari,” ujar Nasir kepada wartawan.

Menurut pihak keluarga, langkah hukum diambil karena dampak psikologis yang dialami Agus setelah peristiwa tersebut menyebar luas di media sosial. Viralitas kejadian itu dinilai telah memengaruhi kondisi mental serta mencemarkan nama baiknya di tengah masyarakat.

Agus juga mengaku mengalami sejumlah memar di beberapa bagian tubuh, seperti punggung, tangan, dan pipi. Ia telah menjalani pemeriksaan medis (visum) sebagai bagian dari proses hukum.

Kronologi Singkat Kejadian

Insiden bermula saat kegiatan belajar mengajar berlangsung pada Selasa (13/1/2026). Agus mengaku mendapat teguran dengan kata-kata yang tidak pantas dari salah satu siswa. Situasi kemudian memanas hingga berujung pada keributan yang melibatkan beberapa siswa lainnya.

Peristiwa tersebut sempat dimediasi oleh pihak sekolah, forum komunikasi kecamatan, serta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Namun, mediasi tidak menghasilkan kesepakatan final.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan awal dan akan melanjutkan evaluasi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami sudah meminta penjelasan pihak sekolah dan melakukan mediasi bersama unsur terkait. Evaluasi menyeluruh tetap akan dilakukan,” jelasnya.

Respons Pemerintah dan Aparat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa kasus tersebut telah ditangani oleh dinas pendidikan setempat bersama pihak terkait.

Sementara itu, Polres Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi terus mendalami kronologi kejadian guna memastikan penanganan yang adil dan kondusif bagi semua pihak.

Akibat insiden ini, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur sempat dihentikan sementara. Pihak sekolah berharap permasalahan dapat segera diselesaikan agar kegiatan pendidikan kembali berjalan normal. ***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA