JAKARTA, Cuitan.id – Gubernur Jambi, Al Haris, mengambil keputusan tegas dengan memutasi Agus Saputra, guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), setelah terlibat konflik serius dengan siswanya.
Kasus ini bermula dari pengeroyokan guru berinisial AS, yang viral di media sosial. Insiden tersebut dipicu oleh penghinaan terhadap profesi ayah siswa dan permasalahan uang komite sekolah.
Meski sempat dimediasi oleh Polres Tanjabtim, Gubernur menilai luka sosial di lingkungan sekolah sudah terlalu dalam.
“Yang pasti guru itu kita pindahkan dari situ. Enggak mungkin dia tetap di situ, mesti harus dipindah,” tegas Al Haris melalui akun @kabarjambiupdate.
Selain mutasi, Gubernur juga memerintahkan Dinas Pendidikan Jambi melakukan assessment kejiwaan terhadap guru bersangkutan. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ketidaklayakan sebagai pendidik, status fungsionalnya akan dicabut dan ia dipindahkan ke jabatan non-guru.
“Saya minta pemeriksaan kejiwaannya juga nanti. Apakah beliau masih layak seorang guru? Kalau misalnya tidak layak, ya kita pindahkan ke tempat jabatan bukan guru lagi,” tambahnya.
Profil Gubernur Al Haris
Al Haris adalah birokrat dan politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN), menjabat sebagai Gubernur Jambi dua periode. Ia pertama kali dilantik pada 7 Juli 2021 bersama Wakil Gubernur Abdullah Sani. Pada Pilkada Serentak 2024, pasangan ini kembali menang dengan lebih dari 61 persen suara, resmi dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025.
Sebelum menjadi gubernur, Al Haris meniti karier dari bawah, mulai sebagai lurah di Kota Jambi, meraih penghargaan lurah teladan 2004–2005, hingga menjadi Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi. Ia kemudian terjun ke dunia politik sebagai Bupati Merangin dua periode (2013–2021), dikenal dengan program inovatif “Pertisun” yang mendekatkan kepala daerah ke masyarakat pedesaan.
Lahir dari keluarga petani karet di Desa Sekancing, Al Haris terbiasa bekerja keras sejak kecil, membantu orang tua menyadap karet, menjadi loper koran, dan bekerja di bengkel motor untuk membiayai pendidikan. Pengalaman ini membentuk empatinya terhadap rakyat kecil, termasuk persoalan sosial dan pendidikan.
Dari sisi akademik, Al Haris menempuh Sarjana Ilmu Administrasi, Magister Hukum, hingga Doktor Ilmu Pemerintahan, menjadikannya pemimpin yang sigap dan terukur. Selain menjabat Gubernur, ia juga Ketua Umum APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) dan menerima penghargaan nasional seperti Satyalencana Wira Karya.
Dalam kehidupan pribadi, Al Haris menikah dengan Hesnidar, dikaruniai tiga anak, serta menyandang gelar adat Datuk Mangkubumi Setio Alam dari Lembaga Adat Melayu Jambi sebagai pengakuan atas pengabdian dan perannya bagi daerah. ***
Tidak ada komentar