Khairun Nisya Perempuan mengenakan seragam seperti pramugari menumpang pesawat Batik Air rute Palembang (PLM)-Jakarta (CGK),Selasa (6/1/2026). JAKARTA, Cuitan.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan kabar yang menyebut Khairun Nisa, wanita asal Sumatera Selatan yang sempat viral karena menyamar sebagai pramugari, diklaim telah resmi menjadi pramugari Garuda Indonesia.
Namun setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Klaim tersebut beredar luas di Facebook dan platform media sosial lainnya, disertai foto seorang perempuan yang tampak bersalaman di hadapan banyak orang. Dalam unggahan itu disebutkan Khairun Nisa (23) telah diterima sebagai pramugari maskapai nasional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan Gemini AI, gambar yang beredar terdeteksi memiliki watermark SynthID, penanda bahwa gambar tersebut dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa narasi Khairun Nisa resmi menjadi pramugari Garuda Indonesia adalah hoaks.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Garuda Indonesia maupun sumber valid lain yang membenarkan klaim tersebut.
Informasi yang benar adalah Khairun Nisa mendapat tawaran beasiswa pendidikan pramugari, bukan penempatan kerja.
Lembaga pelatihan penerbangan Aeronef Academy menawarkan pendidikan pramugari gratis sebagai bentuk dukungan agar Nisa dapat menempuh jalur profesional dan resmi.
Melalui akun resmi @aeronefacademy.official, pihak akademi menyampaikan pesan motivasi:
“Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat.”
Aeronef Academy yang berlokasi di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur, dikenal sebagai lembaga pelatihan awak kabin dengan program World Class Cabin Crew Training.
Usai video klarifikasinya viral, keberadaan Nisa sempat tidak diketahui. Rumah keluarganya di Muara Kuang, Ogan Ilir, tampak tertutup.
Paman Nisa, Zarkasih, mengatakan keluarga tidak mengetahui secara detail kejadian tersebut dan hanya mengetahui kabar dari televisi.
Kasus ini pertama kali viral melalui unggahan akun X @ndymanoballl pada Januari 2026, yang memperingatkan publik tentang keberadaan pramugari palsu di penerbangan Batik Air.
Nisa menyamar dengan seragam lengkap, identitas palsu, dan koper layaknya awak kabin. Ia membeli tiket penumpang sendiri dan diduga disangka sebagai extra crew, sehingga berhasil naik pesawat.
Penyamarannya terbongkar saat ia tidak mampu menjawab pertanyaan teknis dasar awak kabin.
General Manager Bandara SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan sesuai SOP.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan unsur pidana, dan kasus diselesaikan secara damai. Batik Air tidak melanjutkan proses hukum, dengan syarat seluruh atribut disita dan pelaku membuat surat pernyataan.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui Nisa nekat menyamar karena gagal lolos seleksi pramugari, merasa malu, dan ingin membuat orang tuanya percaya bahwa ia telah bekerja sebagai pramugari.
Dalam video klarifikasinya, Nisa menyampaikan permintaan maaf kepada Batik Air, Lion Group, dan masyarakat luas. ***
Tidak ada komentar