Eks Penerima LPDP Dwi Sasetyaningtyas Minta Maaf Usai Konten Anak Jadi WNA Inggris Viral. ist JAKARTA, Cuitan.id – Nama Dwi Sasetyaningtyas ramai diperbincangkan setelah unggahannya soal status kewarganegaraan Inggris sang anak viral di media sosial. Konten itu memicu kritik luas karena dinilai menyinggung identitas kebangsaan.
Pengusaha dan influencer yang dikenal sebagai eks penerima beasiswa LPDP itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun Threads pribadinya, Jumat (20/2/2026).
Tyas mengaku menyesal atas kalimat yang ia tulis sebelumnya, yakni “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan.” Ia menyadari pernyataan tersebut melukai perasaan banyak pihak.
Ia menjelaskan, emosi pribadi mendorongnya menulis kalimat itu. Namun, ia menilai cara penyampaian tersebut tidak tepat, terutama karena menyangkut identitas kebangsaan.
Polemik bermula dari video di Instagram saat Tyas menunjukkan surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris.
Dalam video itu, ia juga menyebut ingin mengupayakan anak-anaknya memiliki “paspor kuat WNA”. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras warganet. Video tersebut kemudian menyebar luas di platform X dan meraih jutaan penayangan.
Latar belakang Tyas sebagai penerima beasiswa LPDP ikut di sorot publik. Sejumlah warganet mempertanyakan sikapnya karena LPDP merupakan program beasiswa yang di biayai negara.
Menanggapi hal itu, Tyas menegaskan telah menuntaskan seluruh kewajiban sebagai penerima beasiswa. Ia menyelesaikan studi pada 2017, kembali ke Indonesia selama lima tahun, serta menjalankan aktivitas bisnis di Tanah Air.
Ia juga menegaskan status kewarganegaraan anaknya tidak berkaitan dengan beasiswa yang pernah ia terima. Menurutnya, anaknya berhak atas kewarganegaraan Inggris karena lahir di negara tersebut.
Kontroversi ini memicu diskusi publik tentang nasionalisme, privilese pendidikan, dan sensitivitas isu kewarganegaraan di ruang digital. Permintaan maaf Tyas kini menjadi bagian dari respons atas polemik yang berkembang luas di masyarakat. ***
Tidak ada komentar