Ilustrasi Puasa Ramadhan 2026(Ilustrasi AI) JAKARTA, Cuitan.id – Ramadhan selalu membawa pengalaman berbeda bagi umat Islam di seluruh dunia. Durasi puasa tidak sama di setiap negara. Di Indonesia, rata-rata puasa berlangsung sekitar 13 jam. Namun, di beberapa wilayah lain, lamanya bisa menembus 20 jam lebih, sementara beberapa wilayah hanya sekitar 11 jam.
Perbedaan ini dipengaruhi letak geografis, rotasi bumi, dan pergerakan matahari yang menentukan panjang siang dan malam.
Puasa dimulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam. Panjang puasa mengikuti durasi siang hari. Karena bumi miring sekitar 23,5° terhadap matahari, wilayah di lintang tinggi mengalami variasi panjang siang dan malam yang ekstrem, terutama mendekati ekuinoks Maret, ketika belahan bumi utara memiliki siang lebih panjang.
Islandia (Reykjavik) – 20–21 jam
Fenomena “midnight twilight” membuat matahari hampir tidak benar-benar tenggelam.
Norwegia Utara (Tromsø) – 19–20 jam
Terletak di atas Lingkar Arktik, berbuka hampir tengah malam.
Swedia (Stockholm) – 18,5–19 jam
Komunitas Muslim menyesuaikan berbuka lebih larut.
Finlandia (Helsinki) – 18–19 jam
Malam hanya sebentar sebelum fajar.
Kanada Utara – hingga 19 jam
Beberapa kota mengikuti panduan ulama untuk jadwal berbuka wilayah terdekat demi kesehatan.
Negara di belahan bumi selatan mengalami siang lebih pendek pada Februari–Maret:
Argentina – 11–12 jam
Afrika Selatan – 11–12 jam
Australia bagian selatan – 11–12 jam
Islam memberi prinsip kemudahan: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (QS. Al-Baqarah: 185). Umat Islam di wilayah ekstrem dapat mengikuti jadwal negara terdekat dengan durasi normal, demi keselamatan dan kesehatan, sesuai panduan ECFR dan ulama internasional.
Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga durasi puasa relatif stabil: 13–13,5 jam pada Ramadhan 2026. Ini tergolong moderat dibanding Islandia yang ekstrem panjangnya dan Argentina yang sangat singkat.
Esensi Ramadhan tetap sama: menahan diri dari makan dan minum untuk membentuk ketakwaan (QS. Al-Baqarah: 183). Durasi panjang atau pendek tidak mengurangi nilai spiritual, selama dijalankan dengan kesungguhan hati.
Ramadhan 2026 menunjukkan keberagaman pengalaman umat Islam di seluruh dunia. Dari Islandia hingga Argentina, tantangan durasi puasa berbeda-beda, namun inti ibadah tetap sama: kesabaran, ketakwaan, dan solidaritas umat. ***
Tidak ada komentar